Categories
Artikel Terbaru

Apa itu Blockchain?

Untuk kamu yang belajar IT di masa sekarang, mungkin akan akrab dengan istilah blockchain. Apa itu Blockchain sebenarnya? Memang belakangan ini istilah yang satu ini cukup menjadi perhatian berbagai kalangan di dalam negeri.

Bahkan masyarakat awam kini semakin familiar dengan istilah tersebut. Agar kamu dengan mudah memahami pengertian dan juga cara kerja Blockchain. Yuk, simak dengan seksama penjelasan lengkap ini.

Apa itu Blockchain ?

Blockchain adalah teknologi yang berfungsi sebagai sistem penyimpanan data atau disebut bank data digital yang terhubung dengan kiptografi.

Seperti yang sudah dijelaskan, penggunaan teknologi blockchain bukan hanya untuk transaksi mata uang digital seperti bitcoin saja, tapi sudah masuk keberbagai sektor industri.

Ya walaupun harus kita akui cryptocurrency lah yang membuat teknologi Blockchain semakin dikenal oleh orang awam dari berbagai dunia.

Bahkan menurut laman techfor.id Teknologi BlockChain sebenarnya sudah ada dari tahun 1991, sayangnya belum mendapatkan banyak perhatian sampai saat Bitcoin mulai dikembangkan di tahun 2009 oleh seseorang atau group dengan nama samaran Satoshi Nakamoto.

Jika di sandingkan nih sob, Blockchain bisa dikatakan sama seperti catatan transaksi digital yang terdiri dari banyak server. Teknologi ini membuat transaksi berjalan mudah yang tidak lagi memerlukan perantara.

Nama Blockchain sendiri terdiri dari dua kata yang merupakan komponen, yaitu Block (blok) atau kelompok dan Chain (rantai), yang mempunyai arti bahwa setiap informasi yang ada di dalam komputer akan dibagi menjadi beberapa blok dan saling berhubungan oleh ‘rantai’.

Blockchain adalah Distributed Ledger Technology, yg memungkinkan kita memindahkan data secara peer-to-peer, dengan mendistribusikan database ke beberapa titik sehingga tidak perlu bergantung pada satu buah server.

 

Perbedaan Blockchain dan Cryptocurrency

Seperti itulah pengertian dasar dari blockchain. Selain blockchain, ada juga istilah lain yang kini juga kerap dibahas, yaitu Cryptocurrency. Keduanya sedikit mirip, tetapi pada dasarnya memiliki perbedaan. Apa perbedaan dari Cryptocurrency dan Blockchain?

Banyak orang sering keliru dalam memahami keduanya. Cryptocurrency merupakan sebuah mata uang digital yang tersistem dengan aman oleh kriptografi. Meskipun digital, keberadaannya tidak bisa dipalsukan orang lain yang tidak bertanggung jawab.

Sedangkan Blockchain merupakan teknologi yang bisa orang gunakan untuk menyimpan data digital dan terhubung kriptografi.

Jadi, perbedaannya itu jika Cryptocurrency merupakan sistem satuan mata uang digital, sedangkan Blockchain yaitu teknologi yang menaunginya.

 

Bagaimana Cara Kerja Blockchain

Sudah tau apa itu blockchain, definisinya dan sudah dapat bayangan fungsi dan kekuatan dari blockchain. Sekarang timbul pertanyaan, bagaimana cara kerjanya blockchain? bagaimana bisa mempunyai pengaruh sekuat itu? oke kita bahas pelan-pelan sambil menikmati kopi Anda.

Berikut ini adalah: Tiga Pilar Teknologi Blockchain

Tiga sifat utama dari Teknologi Blockchain yang telah membantunya mendapatkan pengakuan luas adalah sebagai berikut:

  1. Desentralisasi

Anda mungkin sudah lebih dulu mengetahui tentang layanan terpusat sebelum Bitcoin atau BitTorrent ada. Sistem sentralisasi memiliki suatu server terpusat dimana semua data Anda tersimpan. Ketika Anda membutuhkan suatu informasi, Anda dapat menuju server ini untuk melihat data yang Anda ingingkan.

Perumpamaan yang lebih sederhana adalah teknologi blockchain sama halnya seperti bank. Bank akan menyimpan semua uang Anda. Apabila Anda ingin membayar seseorang, Anda dapat melakukannya melalui bank pula.

Namun, dalam sistem desentralisasi, informasi yang ada tidak hanya tersimpan di satu server saja. Semua jaringan yang terhubung ke server tersebut akan sama-sama bisa mengakses informasi yang tersimpan.

Contoh cara kerja sistem desentralisasi adalah apabila Anda ingin berkomunikasi dengan teman Anda, maka Anda dapat melakukannya langsung tanpa perantara atau pihak ketiga.

Konsep teknologi blockchain bekerja tidak jauh berbeda. Ketika Anda membutuhkan suatu informasi, Anda dapat langsung menuju jaringan yang dituju untuk melihat data yang Anda ingingkan.

  1. Transparansi

Apabila anda telah membaca sebelumnya mengenai apa itu blockchain, konsep yang sering kali membuat orang bingung tentang teknologi blockchain adalah transparansi.

Anda mungkin mendengar bahwa blockchain bersifat open source sehingga dapat dilihat semua orang, namun beberapa menyatakan teknologi ini menyediakan privasi.

Yang sebenarnya terjadi adalah, ketika seseorang melakukan transaksi melalui blockchain, data transaksi tersebut akan ditampilkan. Tetapi, identitas orang yang melakukan transaksi itu akan disembunyikan melalui kriptografi yang kompleks.

Identitas tersebut akan digantikan dengan menampilkan alamat publik orang tersebut. Sebagai contoh, ketika sebuah transaksi terjadi, data yang muncul bukan “(nama) mengirim 1 BTC”.

Data yang ditampilkan justru “(alamat publik) mengirim 1 BTC”. Jadi, data pribadi pengguna akan terlindungi sementara Anda tetap dapat melihat riwayat transaksi yang dilakukan alamat publik mereka.

  1. Kekal (Tidak dapat dirubah)

Kekal (Immutability) pada blockchain adalah kesemua data yang ada di dalamnya tidak bisa berubah. Tidak terdapat seorang pun, termasuk pengembangnya, yang bisa mengubah data dalam blockchain.

Ketika data baru dipindahkan ke dalam blockchain, ia akan menjadi bagian yang terperinci di dalamnya. Jadi, sekali data dipindahkan ke dalam blockchain, ia tidak akan pernah bisa dihapus ataupun dikosongkan lagi.

Hal tersebut sangat penting dalam bidang finansial. Sistem ini akan menghindari berbagai macam resiko dalam keuangan, salah satunya penggelapan dana.

Seseorang tidak dapat mengubah atau menghapus data yang telah tersimpan, sehingga meminimalkan resiko kerugian.

Dalam teknologi blockchain terdapat fungsi bernama hash kriptografis. Fungsi ini merupakan kelas khusus fungsi hash yang memiliki berbagai properti sehingga sangat tepat untuk kriptografi.

If you believe it,
You can Achieve it

Marketing Software House :

Metta B. Putra

(0813 1859 3135)

Marketing Rep. Software House Jakarta :

Jalan Kelapa Sawit II Blok CC No. 8, Kelapa Gading, DKI Jakarta 14240

Workshop Software House Yogyakarta :

Jalan Wiratama TR III No. 392, Tegalrejo, Yogyakarta

Workshop Software House Indramayu :

Jalan Wiralodra No. 64, Lemahabang, Indramayu, Jawa Barat 45212

Categories
Artikel Terbaru

Apa itu Web3?

Beberapa kata istilah seperti Web3, Crypto, NFT, dan sejenisnya akhir akhir ini sering dibicarakan dimana mana, namun apa itu Web3? Mari kita bahas.

Web3

Web3 atau Web 3.0 adalah evolusi internet yang diprediksi blockchain, teknologi yang ada dibagi cryptocurrency atau Non-Fungible Tokens (NFT). Pada dasarnya, Web3 adalah pengembangan dari versi Web 1.0 dan Web 2.0.

Web 3.0 membuat pengguna mengontrol data mereka sendiri. Mereka akan berpindah dari media sosial ke email atau belanja dengan satu akun dipersonalisasi, membuat catatan di Blockchain dari seluruh aktivitas.

 

Sejarah singkat internet

Hingga kini ada tiga generasi website, yaitu Web 1.0, Web 2.0, dan kini Web 3.0 yang belum terjadi. Kita baru melewati era Web 1.0 dan sedang berada di era Web 2.0

  1. Web 1.0

Web 1.0 adalah generasi pertama dari internet. Disebut juga website statis, Web 1.0 memiliki halaman web dasar yang dapat diakses dan dikomersialkan untuk pertama kalinya. Protokol seperti HTTP, HTML dan XML berasal dari awal dunia web.

Peramban web pertama datang selama web 1.0, ISP pertama yang memungkinkan Anda terhubung (melalui dial-up), dan alat pengembangan web pertama. Bahasa perangkat lunak seperti Java dan Javascript juga berasal dari masa ini.

Secara keseluruhan, itu adalah hari-hari awal untuk internet. Ciri utamanya adalah tidak adanya interaksi dengan pengguna dan karenanya dikenal sebagai “web statis”.

 

  1. Web 2.0

Diciptakan pada tahun 1999 oleh Darcy DiNucci, web 2.0 mengacu pada budaya partisipatif yang telah tumbuh di internet melalui konten yang dibuat pengguna atau “isi buatan pengguna” (user generated content), media sosial, dan aksesibilitas yang tersebar luas.

Web 2.0 telah menyebabkan pergeseran cara kita mengakses world wide web. Kita sekarang dapat menggunakan ponsel dan memiliki banyak aplikasi (app) di ujung jari. Ratusan aplikasi baru ditambahkan ke Play Store dan App Store setiap hari.

Generasi Web 2.0 saat ini juga mendorong hiruk-pikuk media sosial dengan Facebook, Instagram, Twitter, YouTube, TikTok, dan yang lainnya, mengikuti perintis media sosial seperti MySpace.

 

  1. Web 3.0

Web 3.0 mеngасu раdа еvоluѕі pemanfaatan web dаn іntеrаkѕі yang mеnсаkuр mеngubаh Wеb mеnjаdі dаtаbаѕе, dеngаn integrasi DLT (Blосkсhаіn Teknologi ) dаn data tеrѕеbut dараt membantu mеmbuаt Kontrak Cеrdаѕ berdasarkan kebutuhan іndіvіdu.

Hal tersebut memungkinkan up-gradasi dаrі bасk-еnd web, ѕеtеlаh lаmа berfokus раdа frоnt-еnd Web 1.0, Web 2.0 dan Web 3.0 adalah іѕtіlаh уаng dіgunаkаn untuk menggambarkan bаnуаk еvоluѕі реnggunааn wеb dаn іntеrаkѕі dі antara beberapa jalur.

Dаlаm hаl іnі, dаtа tіdаk dіmіlіkі tеtарі dіbаgіkаn tеtарі tеtар, di mana layanan mеnunjukkаn tаmріlаn yang bеrbеdа untuk wеb уаng sama / data yang sama.

 

Alasan mengapa Web3 begitu popular saat ini

Kamu mungkin sudah tidak asing dengan decentralized finance atau yang sering disebut DeFi. DeFi adalah teknologi populer yang membuat peran bank sentral dieliminir oleh pemakaian buku ledger yang transparan dan jauh lebih aman karena berada dalam blockchain. Uang yang pada konvensionalnya disetor pada bank sentral, kini berada dalam format digital. Umumnya tersimpan dalam digital wallet dan pengguna tidak perlu membayar biaya-biaya yang seringkali ditagihkan bank sentral kepada pengguna dalam memakai jasa jasanya.

DeFi sebagai salah satu kategori produk yang dihasilkan dari teknologi blockchain merupakan inovasi fundamental yang sampai saat ini masih berinovasi dalam meningkatkan kecepatan transfer dana, keamanan, dan berbagai fitur lainnya yang tidak didukung oleh bank sentral.

Hal besar berikutnya dari maraknya penggunaan dan pengembangan platform pada blockchain adalah Non-Fungible Tokens atau yang kita sering dengar sebagai NFT. Simpelnya, NFT ini adalah sebuah token unik yang tidak bisa digantikan oleh token lainnya. Tidak akan ada dua token yang sama. Salah satu koleksi NFT yang paling populer antara lain Bored Ape Yacht Club dan Karafuru.

NFT tentunya memiliki kegunaan, yaitu unsur kegunaan yang diberikan oleh pengembang proyek NFT, seperti Karafuru kepada pembeli NFT atau holder NFT. Ada berbagai macam kegunaan NFT, mulai dari akses eksklusif ke acara-acara tertentu sampai dengan merchandise eksklusif dari brand ternama seperti Hypebeast dan Atmos.

Namun, di antara kegunaan tersebut proyek NFT seperti Karafuru pun pernah mengalami berbagai tantangan dalam perjalanannya meraih peringkat pertama di pasar loka NFT OpenSea. Untuk itu Artpedia menganalisa proyek NFT Karafuru dan mewawancarai founder NFT Karafuru untuk berdiskusi mengenai kegunaan dan pengalaman mendirikan proyek sebesar Karafuru di sini.

Potensi seperti di ataslah yang menjadi alasan mengapa platform Web3 memiliki daya tariknya sendiri. Infrastruktur yang mendukung bebasnya pemakaian dan modifikasi dari data, dana, dan daya guna ini adalah  visi utama dari desentralisasi dan Web3.

If you believe it,
You can Achieve it

Marketing Software House :

Metta B. Putra

(0813 1859 3135)

Marketing Rep. Software House Jakarta :

Jalan Kelapa Sawit II Blok CC No. 8, Kelapa Gading, DKI Jakarta 14240

Workshop Software House Yogyakarta :

Jalan Wiratama TR III No. 392, Tegalrejo, Yogyakarta

Workshop Software House Indramayu :

Jalan Wiralodra No. 64, Lemahabang, Indramayu, Jawa Barat 45212

Categories
Artikel Terbaru

Kapan Waktu yang Tepat Membuat Website untuk mengembangkan Bisnismu?

Website merupakan satu hal yang penting untuk anda miliki di era digital seperti pada saat ini. Hal ini sangat berperan penting dalam meningkatkan kesuksesan suatu bisnis yang sedang anda jalankan. Website merupakan salah satu cara meningkatkan penjualan dalam dunia e-marketing seperti pada saat ini. Hal ini dikarenakan banyaknya pengguna internet sebagai target market yang semakin meningkat.

lalu, kapan ya waktu yang tepat untuk dalam membuat website untuk bisnis kamu? Mari kita bahas.

Waktu yang tepat untuk membuat Website

Kebutuhan dan perlakuan pada setiap bisnis memang berbeda, misalnya strategi pemasaran bisnis kuliner akan berbeda dengan bisnis fashion dan lain sebagainya. Anda sebagai pemilik bisnis harus bisa menganalisa dengan baik apa saja kebutuhan yang bisa membuat bisnis anda terus berkembang.

Beberapa faktor berikut ini bisa menjadi pertimbangan anda untuk memutuskan kebutuhan dan waktu yang tepat untuk membuat sebuah website.

  1. Ingin mempromosikan bisnis agar lebih luas

Semakin besar target customer yang ingin Anda jangkau, semakin beragam pula strategi yang harus Anda gunakan untuk mengembangkan sebuah bisnis.

Membuat website bisa menjadi salah satu sarana yang tepat untuk bisnis Anda menjangkau lebih banyak orang di internet. apalagi jika Anda mampu menerapkan strategi SEO (Search Engine Optimitation) yang tepat.

 

Penerapan SEO yang tepat membantu website Anda mudah ditemukan di mesin pencarian google, hal itulah yang nantinya akan meningkatkan potensi bisnis Anda dikenal lebih luas lagi.

 

Tidak hanya itu, Anda juga bisa memanfaatkan website untuk beriklan di Google Ads dan mengumpulkan database calon customer bisnis Anda.

 

  1. Ingin meningkatkan kredibilitas bisnis

Website dengan nama dan domain yang baik dapat meningkatkan kredibilitas sebuah bisnis. Apalagi, jika di dalam website mencantumkan alamat, contact person, titik koordinat Google Map-nya hingga testimoni serta pengalaman dari para pembeli.

 

Hal-hal semacam ini harusnya mampu meningkatkan kepercayaan pengunjung website tersebut. Para calon pembeli pun biasanya semakin tertarik dan tidak akan ragu lagi untuk melakukan transaksi di bisnis milikmu.

 

  1. Ingin memberikan informasi lebih detail terkait bisnis/produkmu

Dalam berbisnis, para pelaku bisnis tentunya harus memperkenalkan bisnis atau informasi mengenai produk yang ingin mereka jual. Website bisa menjadi tempat yang tepat dan sangat bermanfaat untuk mendeskripsikan bisnis atau produk yang ditawarkan bisnis milikmu secara lebih lengkap. Dengan begitu, para calon pembeli akan teredukasi dengan baik terhadap produk atau jasa yang ditawarkan oleh bisnismu.

 

If you believe it,
You can Achieve it

Marketing Software House :

Metta B. Putra

(0813 1859 3135)

Marketing Rep. Software House Jakarta :

Jalan Kelapa Sawit II Blok CC No. 8, Kelapa Gading, DKI Jakarta 14240

Workshop Software House Yogyakarta :

Jalan Wiratama TR III No. 392, Tegalrejo, Yogyakarta

Workshop Software House Indramayu :

Jalan Wiralodra No. 64, Lemahabang, Indramayu, Jawa Barat 45212

Categories
Artikel Terbaru

Apa itu DevOps Developer?

Semakin berkembangnya dunia teknologi semakin berat pula beban yang dipikul pengembang aplikasi. Jika dahulu program masih berskala kecil dan tidak melibatkan banyak teknologi cukup dihandle 1 orang saja, namun kini tanggung jawab tersebut sepertinya sulit jika dikerjakan satu orang saja terlebih jika skala aplikasi sangat besar. Maka dari itu pada departement teknologi informasi biasanya dipecah menjadi beberapa divisi sesuai tugas dan tanggung jawabnya, misalkan saja divisi jaringan, divisi desain, divisi front-end, divisi back-end dan lain sebagainya. Pada artikel ini kami akan membahas pengembangan divisi yang bisa dibilang cukup baru daripada divisi lain, yakni divisi DevOps.

Apa itu DevOps?

DevOps adalah gabungan dari Development dan Operations. Kombinasi tersebut dirancang agar dapat meningkatkan kemampuan sebuah perusahaan untuk proses delivery aplikasi dengan kecepatan tinggi.

DevOps merupakan singkatan dari dua kata yaitu Development dan Operation. Di mana kedua kata tersebut bermakna “operasional pengembang”. Seperti yang disebutkan sebelumnya, DevOps adalah sebuah prinsip developer untuk mengkoordinasikan antar tim yaitu tim development dengan tim operations dengan efektif dan efisien.

Pola pikir yang dibentuk oleh DevOps adalah koordinasi antar tim yang dapat dilakukan dengan cara singkat sehingga tidak membutuhkan banyak pertanyaan. Tim operation atau development cukup mengonfigurasi beberapa komponen yang dibutuhkan melalui prosedur yang dibuat.

Tentunya koordinasi yang diterapkan pada DevOps membutuhkan sebuah tools. Banyak tools yang bisa kamu gunakan, salah satunya adalah Source Code Management (SCM) yang biasa digunakan secara umum oleh tim development. Produk SCM yang paling terkenal adalah Git, ditemani oleh Source Code Repository (SCR) seperti GitHu, GitLab, Bitbucket, atau yang lainnya. Namun SCM saja tak cukup untuk mengomunikasikan antara tim development dengan tim operational.

Agar tim operational dapat mengetahui permasalahn yang terjadi, biasanya akan dihubungkan ke Product Management Software, seperti Jira. Melalui Product Management Software, tim operation dapat mengetahui berbagai permasalahan yang terjadi pada sistem/aplikasi. Sehingga antara pihak development dengan operational akan saling terhubung satu sama lain.

Peran dan tanggung jawab DevOps

DevOps bertanggung jawab dalam merancang, mengembangkan, memecahkan masalah dan memastikan semua program berjalan dengan baik. Berikut ini peran serta tanggung jawab yang diemban dalam tim.

  • Memonitor software atau website serta peralatan dan prosedur yang dipakai agar sesuai dengan standar yang ada
  • Memastikan seluruh sistem berjalan lancar, selalu terpantau, dan menanggapi isu yang muncul
  • Melakukan otomatisasi terhadap proses yang ada untuk mempercepat pekerjaan
  • Memecahkan masalah yang ada pada software atau website secepat dan seefektif mungkin
  • Merancang dan mengembangkan automated scripts, serta mengujinya untuk mempercepat proses
  • Berkolaborasi dengan beberapa divisi teknologi lainnya untuk berdiskusi dan menciptakan solusi mengenai software, aplikasi, atau pun website yang ada

Tools yang digunakan untuk membantu profesi ini juga beragam mulai dari Git, Jenkins, Ansible, Puppet, Kubernetes, Docker, AWS, dan lainnya.

Manfaat DevOps di perusahaan

Berikut adalah beberapa manfaat jika sebuah perusahaan besar, maupun startup memiliki posisi ini di perusahaan.

1. Mempercepat proses develop aplikasi serta mengurangi risiko kegagalan

Ketika tim Developer sudah diberikan keleluasaan dalam melakukan deploy kode, dan rollback kodenya sendiri, developer mampu menulis kode secara lokal di laptop serta mengunggah kode ke server test. Setelah itu, QA/Tester melakukan pengecekan selanjutnya developer mengunggah kode ke Server Production. Langkah ini lebih cepat, efisien, serta mengurangi risiko kegagalan dibandingan jika tim Developer dan tim Operation dipisah.

2. Tim yang lebih produktif

Dengan digabungkannya tim Developer dengan tim Operation, tentunya membuat mereka akan jauh lebih memungkinkan untuk berkolaborasi dan berkomunikasi secara lebih efektif. Hal ini membuat kedua tim akan memiliki satu tujuan bersama, yaitu mampu meluncurkan fitur atau bug secepat mungkin ke pengguna. Tujuannya adalah untuk memunculkan rasa saling memiliki dan meningkatkan produktivitas tim.

3. Angka human error yang lebih rendah

Dengan bantuan beberapa tools yang digunakan seperti server yang berada di Cloud (AWS, GCP, Azure, dll), Jenkins, Ansible, hingga Python, profesi ini dapat membuat sebuah sistem di mana Developer bisa tinggal mengetikkan 1 perintah untuk secara otomatis mengunggah kode mereka ke server, dan begitu pula dengan rollback. Semua dapat dilakukan tanpa mengganggu Developer lain, server lain, maupun tanpa campur tangan manual tim Operation. Dengan begini semua sudah serba otomatis sehingga risiko terjadi Human Error menjadi lebih sedikit.

Praktik Terbaik untuk DevOps yang Efektif

Untuk menjalankan DevOps secara efektif terdapat beberapa praktik yang dapat Anda terapkan, yaitu:

1. Continuous Integration

Continuous Integration adalah praktik dalam software development dimana tim developer akan secara rutin menggabungkan pembaruan kode ke dalam central repository. Tujuan utama dari Continuous Integration adalah menemukan dan mengatasi bug lebih cepat, meningkatkan kualitas perangkat lunak, dan mengurangi waktu yang diperlukan untuk memvalidasi dan merilis pembaruan perangkat lunak yang baru.

2. Continuous Delivery

Continuous Delivery adalah praktik dalam software development yang memastikan bahwa kode selalu dalam status “deployable. Artinya, setiap perubahan yang ada di dalam kode seperti penambahan fitur, perbaikan bug, perubahan konfigurasi, atau yang lain, akan selalu siap untuk diterapkan ke dalam production environment atau bahkan ke tangan user dengan cepat, aman, dan berkelanjutan.

3. Microservices

Microservice adalah gaya arsitektur yang dapat diimplementasikan dalam pengembangan aplikasi yang kompleks. Implementasi arsitektur ini memungkinkan aplikasi yang sedang dikembangkan menjadi sangat mudah dipelihara dan “testable”.

4. Infrastructure as Code (IaC)

Infrastructure as Code adalah sebuah pendekatan untuk mengelola data center server, storage, dan infrastruktur jaringan. IaC digunakan untuk menyederhanakan konfigurasi dan manajemen skala besar secara signifikan.

5. Monitoring dan logging

Monitoring dapat membantu perusahaan untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah dengan cepat sehingga dapat mencegah munculnya masalah lain yang lebih besar. Dengan cara ini, tim mampu mengukur kinerja aplikasi/ software dan memastikan sistem tetap bekerja secara stabil.

Selain itu, tim juga akan menganalisis log yang dihasilkan oleh aplikasi. Dengan demikian, tim DevOps dapat lebih memahami bagaimana perubahan atau pembaruan perangkat lunak yang telah dilakukan dapat memengaruhi user.

Skill yang Harus Dikuasai DevOps

Sekilas tugas DevOps hampir mirip dengan SysAdmin, namun DevOps selain memiliki pengetahuan SysAdmin juga perlu mempelajari tentang tools dan automated scripting. Ada banyak tools yang dapat digunakan DevOps untuk mempermudah pekerjaannya seperti Git, Jenkins, Selenium, Docker, Kubernetes, Puppet, Ansible, AWS, dan masih banyak lagi.

Akan tetapi seorang DevOps juga harus menguasai skill-skill berikut:

  • Cloud Insfrastructure

Seorang DevOps wajib mengetahui ilmu jaringan, pengoperasian sistem operasi server, virtiualisasi dan containerisasi. Selain itu DevOps juga harus familiar dengan layanan cloud CI/CD seperti AWS, Google Cloud dan lain sebagainya.

  • Scripting

Selain melakukan testing dan deploy aplikasi dan konfigurasi server, seorang DevOps juga bertugas melakukan automatisasi pekerjaan tersebut dengan membuat serangkaian script. Bahasa pemrograman yang biasa digunakan DevOps dalam scripting otomatisasi antara lain Python, Ruby, Bash dan Shell.

  • Security

Melakukan delivery aplikasi kepada end user berarti membuka pula potensi kerentanan aplikasi terhadap serangan hacker. Oleh sebab itu DevOps juga bertugas memetakan potensi yang mungkin menjadi celah keamanan, sehingga hal tersebut dapat diketahui sedini mungkin dan mencegah potensi kerugian yang lebih besar.

  • Soft Skills

Selain skill yang bersifat technical, DevOps juga harus memiliki soft skill diantaranya waspada, teliti, dapat mengkomunikasikan gagasan dengan bagus kepda orang lain, cepat dan bijak dalam mengambil keputusan.

If you believe it,
You can Achieve it

Marketing Software House :

Metta B. Putra

(0813 1859 3135)

Marketing Rep. Software House Jakarta :

Jalan Kelapa Sawit II Blok CC No. 8, Kelapa Gading, DKI Jakarta 14240

Workshop Software House Yogyakarta :

Jalan Wiratama TR III No. 392, Tegalrejo, Yogyakarta

Workshop Software House Indramayu :

Jalan Wiralodra No. 64, Lemahabang, Indramayu, Jawa Barat 45212

Categories
Artikel Terbaru

Flutter vs. React Native : Mana Yang Terbaik?

Industri pengembangan mobile app mengalami transformasi besar-besaran dalam satu dekade terakhir. Seiring dengan bertambahnya pengguna ponsel pintar, pelaku usaha dari berbagai sektor, termasuk dari industri strategis dan kreatif, mulai mencoba terjun untuk mengembangkan aplikasinya sendiri.

Saat ini mobile programming merupakan trend yang cukup populer bagi perusahaan. Untuk mendukung hal ini, perusahaan raksasa teknologi, Google telah menerbitkan framework yang bernama Flutter. Sementara itu, Facebook tak mau kalah dan ikut menerbitkan framework mobile apps lain yakni React. Keduanya punya kelebihan sendiri-sendiri. Misal dari segi UI, library, package, bahasa dasar dan contoh app mobile yang sudah menggunakan keduanya.

Flutter adalah framework besutan Google untuk membantu membangun UI aplikasi Android maupun iPhone. Flutter bersifat cross-platform, dapat mengembangkan aplikasi untuk berbagai sistem operasi antara lain Android, iOS, Windows, Mac, Linux, Google Fuchsia dan web. Tak tanggung-tanggung, flutter telah mendapatkan 4.9 stars pada Github. Selain itu, flutter adalah framework di balik beberapa aplikasi terkenal seperti Google Ads app, the Hamilton Broadway Musical app, Alibaba, eBay, dan Square.

Sementara itu, React (dalam hal ini React Native) merupakan framework milik Facebook yang juga mendukung cross platfrom. Saat ini, terdapat 42% developer yang memilih framework ini. Hal ini juga yang membuat framework ini menjadi framework dengan contributor 2 terbanyak pada Github. React memegang peranan yang penting dalam aplikasi besar seperti Facebook, Instagram, Pinterest, Uber Eats, Walmarts, Tesla, dan banyak lagi yang lainnya.

 

Persamaan Flutter dan React Native

Pada segmen ini kami akan membandingkan fitur Flutter vs React Native.

  • React Native dan Flutter adalah sama-sama framework open-source.
  • Keduanya sama-sama mendukung pengembangan lintas platform.
  • Baik Flutter maupun React Native sama-sama menerapkan prinsip hot reload, di mana Anda langsung bisa melihat perubahan code secara langsung selama masa pengembangan.

 

Perbedaan Flutter vs React Native

React Native dan Flutter memiliki banyak perbedaan dari berbagai aspek meskipun keduanya sama-sama platform yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi lintas playform. Berikut ini adalah perbedaan Flutter vs React Native

  • Flutter adalah platform yang dikenalkan dan dikembangkan Google pada Mei 2017. Sementara React Native adalah platform diperkenalkan oleh Facebook pada Juni 2015.
  • React Native adalah framework berbasis JavaScript, semenrara Flutter dibangun dengan bahasa pemrograman Dart.
  • Arsitektur antara React Native dan Flutter sangat berbeda. Flutter menggunakan arsitektur Business Logic Component (BLoC). Di sisi lain, React Native menggunakan arsitektur Flux dan Redux.
  • Flutter menggunakan widget custom untuk membangun UI dari aplikasi. React Native menggunakan pengontrol Native UI untuk membuat antarmuka dari aplikasi.
  • Dari segi dokumentasi, Flutter memiliki dokumentasi yang baik, terorganisir, dan masih banyak lagi yang lebih informative. Sementara dokumentasi React Native lebih user-friendly namun tidak terorganisir dengan baik.
  • Lalu, dari segi fitur testing atau pengujian. Flutter menyediakan serangkaian fitur pengujian yang sangat kaya. Fitur ini memungkinkan pengembang untuk melakukan pengujian unit, pengujian integrasi, dan pengujian widget. Sementara itu, React Native menggunakan alat pihak ketiga yang tersedia untuk menguji aplikasi.
  • Flutter telah digunakan di beberapa perusahaan besar seperti Google Ads, Hamilton, Reflectly, Xianyu, Facebook, Instagram, LinkedIn, Skype dan masih banyak lagi.

 

Flutter Vs React Native: Mana yang Terbaik?

Dari tulisan di atas, dapat dilihat bahwa Flutter vs React Native memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing.

Untuk memudahkan Anda memilih framework terbaik, simaklah perbandingan dari kedua perangkat lunak tersebut:

  1. Bahasa Pemrograman

Flutter memakai Dart, bahasa pemrograman buatan Google yang belum begitu banyak dipakai oleh pengembang aplikasi konvensional. Sementara itu, React Native memakai JavaScript yang jauh lebih populer di kalangan pengembang dan IT consultant.

Di poin ini, React Native sedikit lebih unggul daripada Flutter.

  1. Arsitektur Perangkat

Sebagian besar komponen pada Flutter sudah dikemas sedemikian rupa sehingga tidak perlu dipakai untuk menjembatani fungsi bawaan dengan kode native sebuah sistem operasi. Sementara itu, React Native masih membutuhkan kode native untuk beroperasi karena mengandalkan arsitektur JavaScript yang tidak independen.

Di poin ini, Flutter lebih unggul daripada React Native.

  1. Komponen Antarmuka

React Native dikenal sangat tergantung dengan komponen antarmuka yang disediakan oleh pihak ketiga alias tidak memiliki akses ke modul native sistem operasi. Flutter, di sisi lain, memiliki komponen antarmuka yang lebih banyak karena sudah dikemas bersama dengan komponen rendering antarmuka ditambah komponen dari library yang cukup banyak.

Tak hanya itu, Flutter juga dikenal memiliki banyak wigdet siap pakai sehingga Anda punya lebih banyak opsi saat mendesain aplikasi untuk Android atau iOS.

Di poin ini, Flutter lebih unggul daripada React Native.

  1. Pengaruh terhadap Produktivitas

Fitur Hot Reload pada Flutter sangat membantu pengembangan melakukan beragam penyesuaian saat membuat sebuah aplikasi. Namun, bahasa pemrograman pada Flutter—Dart—yang belum dipakai secara luas mungkin bisa menjadi penghambat.

Di sini lain, React Native dapat digunakan dengan mudah oleh pengembang yang sudah berpengalaman memakai JavaScript. Namun, kurang ramah untuk pengembangan pemula.

Di poin ini, Flutter dan React Native bisa dikatakan seimbang.

  1. Dukungan Komunitas

Meskipun kedua perangkat ini bersifat open source, komunitas React Native masih lebih besar daripada Flutter. Hal ini wajar karena React Native memakai JS yang sudah digunakan secara luas. Namun, seiring waktu, diharapkan ada lebih banyak pengembang yang terjun secara aktif ke komunitas pengguna Flutter

Di poin ini, React Native lebih unggul.

 

 

 

If you believe it,
You can Achieve it

Marketing Software House :

Metta B. Putra

(0813 1859 3135)

Marketing Rep. Software House Jakarta :

Jalan Kelapa Sawit II Blok CC No. 8, Kelapa Gading, DKI Jakarta 14240

Workshop Software House Yogyakarta :

Jalan Wiratama TR III No. 392, Tegalrejo, Yogyakarta

Workshop Software House Indramayu :

Jalan Wiralodra No. 64, Lemahabang, Indramayu, Jawa Barat 45212

Categories
Artikel Terbaru

Mengenal UI/UX Designer dan Tools yang sering Digunakan

UI/UX merupakan singkatan dari User Interface dan User Experience dimana pekerjaan ini berhubungan dengan tampilan website dan aplikasi sehingga pengunjungnya dapat betah berlama-lama membuka website dan aplikasi tersebut.

User Interface (UI) Designer tidak bisa dipisahkan dengan User Experience (UX) Designer. UI Designer memiliki tugas menentukan tampilan dari suatu aplikasi atau situs web. Sedangkan UX Designer menentukan bagaimana suatu aplikasi dan/atau situs bisa beroperasi dengan mudah.

UI Designer

UI Designer merupakan sebutan untuk orang yang mendesain interface untuk perangkat lunak komputer, ponsel pintar, dan lainnya. UI Designer punya tanggung jawab untuk mendesain tampilan secara menarik baik dari sisi bentuk, warna, juga tulisan. UI Designer juga akan bekerja mengatur tata letak, skema warna, bentuk tombol-tombol yang bisa diklik beserta jenis dan ukuran teks. Nah, semua item ini berinteraksi sama pengguna. Pokoknya semua elemen visual di sebuah aplikasi dan/atau situs menjadi tanggung jawab UI Designer.

UX Designer

UX Designer adalah jenis pekerjaan yang berhubungan dengan bagaimana meningkatkan kepuasan pengguna aplikasi maupun pengunjung situs yang dilihat dari nilai guna, manfaat, juga kesenangan yang didapatkan si pengguna dari suatu aplikasi atau situs.

Sederhananya, UX Designer bertugas untuk membuat aplikasi atau situs yang mudah digunakan oleh pengguna, dan terlihat keren, bagus, namun simple. Karena perasaan pengguna saat berinteraksi dengan interface jadi fokus utamanya. Seperti apakah pengguna merasa senang atau tidak? Apakah pengguna mendapati kesulitan atau tidak? Apakah pengguna puas atau tidak puas setelah berinteraksi. Apakah permasalahan pengguna terpecahkan atau tidak? Juga perasaan-perasaan lainnya.

 

Tools yang digunakan UI/UX Designer

Apa aja sih tools biasa digunakan seorang UI/UX Designer?

  1. Figma

Figma merupakan salah satu tools yang memudahkan kita dalam membuat tampilan desain yang cepat. Figma sendiri merupakan platform yang berbasis web sehingga dapat dijalankan bagi pengguna web browser. Figma memungkinkan para penggunanya dalam berkolaborasi dan bekerja dimana saja dari browser.

  1. Invision

Invision bisa membantu kita para desainer untuk membuat tampilan dengan indah dan interaktif. Kamu bisa membuat custom animasi dan transisi dari sejumlah gerakan dan interaksi. Selain itu, kamu juga dapat membuat hanya dengan satu artboard untuk beberapa perangkat, alias responsif. Ini tentu menghemat waktu pengerjaan desain kita untuk lebih banyak spend waktu memikirkan ide yang lainnya.

  1. Sketch

Salah satu fitur keren dari sketch adalah Symbols, dimana kamu bisa mendesain UI assets dan elemen untuk digunakan kembali. Ini sangat membantu desainer untuk membuat desain agar lebih tertata dan konsisten.

  1. Adobe XD

Adobe XD ini juga salah satu tools yang paling populer digunakan oleh para desainer profesional maupun pemula karena kemudahannya dan juga fitur yang banyak serta menarik. Seperti misalnya fitur voice trigger, auto animatenya, responsif dan lainnya.

  1. Adobe Illustrator

Illustrator banyak digunakan oleh desainer-desainer profesional dalam membangun desain kreatif, inovatif, dan menarik perhatian. Desainer yang sudah terbiasa menggunakan Adobe Photoshop akan mudah menggunakan tools ini karena layout-nya yang tidak jauh berbeda.

If you believe it,
You can Achieve it

Marketing Software House :

Metta B. Putra

(0813 1859 3135)

Marketing Rep. Software House Jakarta :

Jalan Kelapa Sawit II Blok CC No. 8, Kelapa Gading, DKI Jakarta 14240

Workshop Software House Yogyakarta :

Jalan Wiratama TR III No. 392, Tegalrejo, Yogyakarta

Workshop Software House Indramayu :

Jalan Wiralodra No. 64, Lemahabang, Indramayu, Jawa Barat 45212

Categories
Artikel Terbaru

Berapa Biaya Pembuatan Aplikasi Web di Tahun 2022

Web Application atau Web App adalah situs web yang menyediakan fitur interaktif sehingga memungkinkan pengunjung situs web dapat berinteraksi didalamnya.

Lalu apa bedanya dengan Website?

Website hanyalah sebatas  beberapa halaman web yang ditampilkan melalui sebuah browser. Dengan kata lain, kesatuan halaman tersebut bersifat statis yang menyajikan informasi. Website hanyalah sebatas brosur online dengan akses terbatas sehingga pengunjung website pun tidak dapat berinteraksi dengannya.


Kenapa memilih Aplikasi Web?

  1. Kemudahan Akses

Dengan aplikasi web, pengguna dapat mengakses dari mana saja, dan tanpa perlu menginstall aplikasinya terlebih dahulu, cukup menggunakan browser saja dan dapat diakses melalui PC ataupun Smartphone.

  1. Bebas platform

Hal ini tidak seperti aplikasi mobile yang biasanya dibuat dalam setidaknya dua versi, yaitu Android dan iOS.

  1. Hemat storage

Karena pengguna tidak perlu menginstall aplikasi, cukup menggunakan browser saja.


Biaya Pembuatan Aplikasi Web

Pertanyaan tentang biaya pembuatan aplikasi adalah pertanyaan paling umum yang kami dengar dari klien kami. Ketika bisnis menghadapi pasar dengan persaingan yang tinggi, mereka merasakan tekanan untuk melakukan digitalisasi untuk produk dan layanan mereka agar tetap relevan dengan proses bisnis di era sekarang. Tetapi, mereka masih ingin melakukannya dengan cara yang paling hemat biaya.

Biaya pengembangan aplikasi web akan sangat bervariasi tergantung pada jenis aplikasi yang ingin anda buat, fitur yang ingin anda sertakan, dan siapa yang anda pekerjakan untuk mengembangkannya. Namun, kami telah mengumpulkan beberapa informasi harga umum untuk memberi anda gambaran tentang berapa biaya untuk mengembangkan aplikasi web.

  • Sebuah aplikasi sederhana membutuhkan biaya sekitar $ 2800 (Rp. 639.640) sampai $ 10.000 (Rp. 148.542.000) dengan perkiraan waktu pengerjaan sekitar 1-2 bulan.
  • Sebuah aplikasi medium membutuhkan biaya sekitar $ 9.000 (Rp. 841.700) sampai $ 40.000 (Rp. 594.852.000) dengan perkiraan waktu pengerjaan sekitar 3-6 bulan.
  • Sebuah aplikasi kompleks membutuhkan biaya sekitar $ 17.250 (Rp. 531.650) sampai $ 60.000 (Rp. 892.284.000) dengan waktu pengerjaan sekitar lebih dari 6 bulan.

If you believe it,
You can Achieve it

Marketing Software House :

Metta B. Putra

(0813 1859 3135)

Marketing Rep. Software House Jakarta :

Jalan Kelapa Sawit II Blok CC No. 8, Kelapa Gading, DKI Jakarta 14240

Workshop Software House Yogyakarta :

Jalan Wiratama TR III No. 392, Tegalrejo, Yogyakarta

Workshop Software House Indramayu :

Jalan Wiralodra No. 64, Lemahabang, Indramayu, Jawa Barat 45212

Categories
Artikel Terbaru

Apa itu Laravel? Mengenal Laravel Lebih Dekat dan Manfaatnya

Pengembangan website akan terasa lebih mudah jika menggunakan tool yang tepat. Contohnya pemilihan framework php yang akan digunakan.

Framework adalah kerangka kerja yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi berbasis desktop atau aplikasi berbasis website. Dengan menggunakan framework Anda akan lebih mudah untuk membuat aplikasi atau website. Itu karena Anda hanya perlu menyusun komponen-komponen pemrograman yang sudah jadi. Dengan kata lain, Anda tidak perlu membuat berbagai fitur dari awal lagi.

Framework sengaja diciptakan untuk membantu developer mengembangkan aplikasi atau website lebih cepat serta tersusun dan terstruktur.

Dengan begitu, developer dan programmer tidak perlu melakukan koding program yang diulang-ulang.


Apa itu Laravel?

Laravel merupakan framework yang dapat membantu web developer dalam memaksimalkan penggunaan PHP dalam proses pengembangan website. Seperti diketahui, PHP sendiri merupakan bahasa pemrograman yang cukup dinamis.

Kehadiran Laravel dinilai membuat PHP menjadi lebih powerful, cepat, aman, dan simple. Terlebih lagi, framework ini selalu memunculkan teknologi terbarunya di antara framework PHP lain.

Laravel juga lebih berfokus pada end-user, yang artinya hanya berfokus pada kejelasan dan kesederhanaan, baik dari penulisan hingga tampilan. Ia pun bisa menghasilkan fungsi aplikasi web yang berjalan dengan semestinya.

Hal seperti inilah yang membuat banyak perusahaan dan developer menggunakan Laravel untuk membangun apapun, mulai dari proyek kecil hingga proyek besar.

Laravel diluncurkan sejak tahun 2011 dan mengalami pertumbuhan yang cukup eksponensial. Di tahun 2015, Laravel adalah framework yang paling banyak mendapatkan bintang di Github. Sekarang framework ini menjadi salah satu yang populer di dunia, tidak terkecuali di Indonesia.

Laravel fokus di bagian end-user, yang berarti fokus pada kejelasan dan kesederhanaan, baik penulisan maupun tampilan, serta menghasilkan fungsionalitas aplikasi web yang bekerja sebagaimana mestinya. Hal ini membuat developer maupun perusahaan menggunakan framework ini untuk membangun apa pun, mulai dari proyek kecil hingga skala perusahaan kelas atas.

Laravel mengubah pengembangan website menjadi lebih elegan, ekspresif, dan menyenangkan, sesuai dengan jargonnya “The PHP Framework For Web Artisans”. Selain itu, Laravel juga mempermudah proses pengembangan website dengan bantuan beberapa fitur unggulan, seperti Template Engine, Routing, dan Modularity.


Tools Andalan Laravel

Tidak hanya itu, terdapat 2 tools Laravel yang tidak sering dipunyai oleh framework lain( kecuali Symphony), ialah Composer serta Artisan. Apa khasiat tiap- tiap dari tool tersebut?

  1. Composer

Composer ialah tool yang di dalamnya ada dependencies serta kumpulan library. Segala dependencies ditaruh memakai format file composer. json sehingga bisa ditempatkan di dalam folder utama web. Inilah kenapa composer terkadang diketahui dengan dependencies management.

Pertanyaannya lain, apa itu dependencies management?

Misalnya Kamu memiliki suatu web yang memerlukan suatu library. Aku ambil contoh library buat mengimplementasikan validasi serta perlindungan buat spamming, ialah Google reCaptcha.

Pasti saja buat sediakan Google reCaptcha tidak dapat memakai satu library saja, tetapi memerlukan sebagian library. Kamu tidak bisa jadi menginstall satu per satu library, kan?

Nah! Composer menolong Kamu buat menginstall library yang diperlukan oleh library Google reCaptcha. Jadi bila memakai composer Kamu tinggal menginstall library Google reCaptcha serta secara otomatis library lain hendak terinstall.

Begitu juga kala mau memperbarui library, Kamu lumayan memakai perintah“$ composer pembaharuan” serta satu per satu library hendak diperbarui secara otomatis.

  1. Artisan

Telah sempat mendengar ini? Artisan ialah command line interface yang dipunyai oleh Laravel. Artisan mencakup sekumpulan perintah yang menolong Kamu buat membangun suatu web ataupun aplikasi website.

Kumpulan perintah Artisan pula tercantum penggabungan dengan framework Symphony yang menciptakan fitur add- on di Laravel 5. 1( saat ini telah masuk ke tipe Laravel 5. 8). Dengan terdapatnya fitur add- on, Kamu dapat meningkatkan bermacam berbagai fitur baru ke Laravel.


Laravel Add- On Package

Salah satu kelebihan memakai Laravel Add- On Package merupakan mengizinkan Kamu buat memakai bermacam berbagai fitur bonus. Fitur ini bisa Kamu pakai selaku aplikasi hosting tercantum routing, migration, test, views, serta sebagian fitur yang sangat bermanfaat yang lain. Keuntungan lain pemakaian package merupakan prinsip‘ Don’t Repeat Yourself( DRY)’.

Terdapat banyak sekali packages buat Laravel yang membuat aplikasi jadi lebih kilat serta kencang, memperketat keamanan serta performanya pula. Aku hendak sedikit mangulas menimpa sebagian packages Laravel yang butuh Kamu tahu serta kerap dipakai di aplikasi Laravel pada biasanya.

  1. Spatie

Wujud ketentuan serta permission sangat berarti di bermacam berbagai aplikasi website. Laravel sendiri pula memiliki bermacam berbagai package yang dapat menunjang wujud ketentuan serta permission. Apalagi packages tersebut bisa tingkatkan efektifitas dari kode program. Salah satu package yang dianjurkan merupakan Spatie Roles& Permission.

Sebagian kelebihan dari Spatie merupakan Spatie Roles, permissions, middleware, permissions langsung, terdiri banyak instruksi Blade, serta perintah Artisan

  1. Entrust

Package ini sediakan metode yang fleksibel buat meningkatkan Role- based Permission buat aplikasi Laravel 5. Di dalam package ini paling tidak ada 4 tabel: tabel roles buat menaruh role records, tabel permissions buat menaruh permission record, tabel role_user buat menaruh one- to- many relations di antara roles serta users, tabel permission_tole buat menaruh kedekatan many- to- many di antara roles serta permissions.

  1. Laravel User Verification

Package User Verification membolehkan Kamu buat menanggulangi verifikasi user serta memvalidasi email. Fitur ini pula menciptakan serta menaruh token verifikasi buat user yang telah teregistrasi, mengirim, mengendalikan antrian email dengan link token verifikasi, menanggulangi token verifikasi, serta mencirikan user yang terpercaya. Package User Verification ini pula sediakan fungsionalitas, contohnya pengecekan rute middleware.

  1. Migration Generator

Migration Generator ialah paket Laravel yang bisa Kamu pakai buat proses migrasi dari database yang telah terdapat. Di dalamnya ada pula indeks serta foreign keys. Proses migrasi buat segala tabel yang terdapat di dalam database bisa Kamu jalani cuma dengan melaksanakan package ini di dalam aplikasi Laravel.


Manfaat Laravel untuk Proses Pengembangan Website

Laravel menawarkan beberapa keuntungan ketika Anda mengembangkan website menggunakan dasar framework ini.

Pertama, website menjadi lebih scalable (mudah dikembangkan).

Kedua, terdapat namespace dan tampilan yang membantu Anda untuk mengorganisir dan mengatur sumber daya website.

Ketiga, proses pengembangan menjadi lebih cepat sehingga menghemat waktu karena Laravel dapat dikombinasikan dengan beberapa komponen dari framework lain untuk mengembangkan website.

If you believe it,
You can Achieve it

Marketing Software House :

Metta B. Putra

(0813 1859 3135)

Marketing Rep. Software House Jakarta :

Jalan Kelapa Sawit II Blok CC No. 8, Kelapa Gading, DKI Jakarta 14240

Workshop Software House Yogyakarta :

Jalan Wiratama TR III No. 392, Tegalrejo, Yogyakarta

Workshop Software House Indramayu :

Jalan Wiralodra No. 64, Lemahabang, Indramayu, Jawa Barat 45212

Categories
Artikel Terbaru

Apa itu SEO? Mengapa Penting Bagi Suatu Website?

SEO adalah salah satu cara untuk dapat mempromosikan dan mengenalkan produk atau profil website perusahaan dan bisnis anda. Website merupakan salah satu media atau platform yang banyak digunakan oleh para pebisnis dalam digital marketing saat ini. Website juga dijadikan sebagai tempat atau wadah untuk mempromosikan berbagai produk dalam bentuk barang atau jasa.

 

Pengertian SEO (Search Engine Optimization)

SEO adalah singkatan dari Search Engine Optimization, yaitu langkah optimasi yang dilakukan agar website berada di hasil teratas mesin pencari, terutama Google.

SEO (Search Engine Optimization) bisa dikatakan sebagai usaha mengoptimasi website untuk mendapatkan peringkat teratas di hasil pencarian. Dengan mendapatkan peringkat tinggi di hasil pencarian, potensi trafik organik Anda pun meningkat.

Selain menghasilkan trafik organik yang tinggi, SEO juga akan menolong Anda mendapatkan trafik yang tepat. Jadi Anda tidak cuma fokus pada trafik tinggi, namun juga trafik yang tepat sesuai dengan tujuan utama website Anda.

Untuk dapat mendapatkan trafik tinggi yang tepat sasaran, Anda perlu mengikuti peraturan-peraturan yang sudah ditentukan oleh mesin pencari, dalam hal ini Google. Anda perlu mengetahui bagaimana cara kerja SEO, algoritma Google, dan indikator utama SEO. Semuanya akan Anda pelajari di bab-bab selanjutnya di bawah ini.

 

Mengapa SEO penting untuk website?

Semenjak adanya mesin pencari seperti Google, hampir seluruh orang mencari informasi secara online lewat search engine. Dari data yang diterbitkan oleh Google, website yang menempati ranking pertama hingga ketiga mendapatkan total klik kumulatif sebesar lebih dari 50 persen. Ranking pertama sendiri menerima lebih dari 20 persen.

Ini memperlihatkan betapa pentingnya SEO untuk website anda, dengan bantuan SEO anda dapat mendapatkan ribuan sampai puluhan ribu pengunjung per hari. Lebih dari itu, pengunjung dari mesin pencari adalah orang-orang yang haus akan informasi dan ingin membeli produk. Jika anda mempunyai sebuah bisnis online, pengunjung dari mesin pencari akan mempunyai tingkat konversi (conversion rate) terbesar.

SEO adalah bagian dari inbound marketing yang merupakan teknik marketing modern di era digital. Pemasaran inbound, termasuk SEO adalah cara marketing yang memakan biaya terkecil dibandingi teknik pemasaran tradisional.

 

Manfaat dari adanya SEO

Terdapat beberapa manfaat yang dapat anda peroleh dari adanya SEO. Berikut ini, merupakan beberapa penjelasan berkaitan dengan hal tersebut.

  1. Meningkatkan Trafik Pengunjung

Dengan adanya SEO, maka manfaat yang dapat anda dapatkan adalah meningkatnya jumlah trafik pengunjung website secara organik. Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk promosi iklan.

  1. Meningkatkan Konversi Bisnis

Nilai konversi juga akan ikut meningkat dengan adanya SEO. Pastikan untuk menargetkan keyword transactional untuk mendapatkan pengunjung yang ingin membeli produk atau jasa anda.

  1. Menjangkau User yang Lebih Luas

SEO juga dapat menjangkau user yang lebih luas. Cukup dengan membuat artikel blog, dengan menerapkan keyword yang bersifat informasional, serta melakukan optimasi baik dengan on page, maupun off page.

  1. Mendapatkan Keuntungan Bisnis dalam Jangka Waktu yang Panjang

Dan manfaat yang terakhir adalah mendapatkan keuntungan (profit) dalam jangka waktu yang lebih lama. Pastikan juga untuk selalu melakukan optimasi terhadap website anda secara berkala dan melakukan riset kompetitor dan mengikuti perkembangan dari algoritma update Google.

 

Faktor Penting dalam Search Engine Optimization

Setiap harinya, ada lebih dari 6,5 miliar pencarian yang diterima dan diproses mesin pencari Google. Karenanya, bisa ranking satu atau setidaknya muncul di top 10 di halaman pertama akan mendatangkan lebih banyak traffic ke situs web Anda.

Naik turunnya peringkat ditentukan beberapa faktor SEO yang terus diperbarui seiring dengan pembaruan algoritma pencarian. Tujuannya, agar konten yang ditampilkan relevan dengan yang dicari pengunjung internet.

Berikut faktor ranking dan indikator utama SEO:

  • Kecepatan loading (page speed)

Mengacu pada jumlah waktu yang dibutuhkan website sampai terbuka sempurna. Semakin cepat loadingnya, semakin tinggi pula peringkatnya di search engine. Maka dari itu, Anda wajib memantau performa situs secara berkala menggunakan tool PageSpeed Insights Google atau Pingdom Speed Test.

  • Mobile-friendly

Website dikatakan mobile-friendly apabila ukurannya secara otomatis mengikuti ukuran layar perangkat yang digunakan untuk browsing, misalnya tablet atau smartphone. Untuk mengukur tingkat responsif desain, Anda bisa pakai Mobile-Friendly Test Google.

  • Kualitas konten

Buatlah konten yang relevan, spesifik, dan menjawab keingintahuan pembaca. Perhatikan juga panjangnya, struktur, kata kunci yang dimasukkan, dan informasi yang diberikan. Hal-hal ini yang nantinya dievaluasi oleh Google. Konten yang unik dan original juga akan menarik lebih banyak pengunjung dan meningkatkan visibilitas website.

  • Backlink

Sering melihat artikel koran digital yang menyisipkan link, misalnya ke Wikipedia? Nah, link dari artikel yang mengarah ke Wikipedia inilah yang disebut backlink. Nama lainnya adalah inbound link. Apabila banyak blog dan website yang menyisipkan link website Anda di tengah-tengah konten mereka, itu berarti situs Anda dipercaya sebagai sumber yang relevan. Backlink yang berkualitas, dan tentu saja datang dari website tepercaya, akan memengaruhi performa situs di search engine.

  • User experience

Bounce rate dan waktu tinggal (dwell time) adalah dua dari sekian hal yang diukur Google dalam menilai kenyamanan pengunjung ketika berada di situs Anda. Jika tidak ada satu orang pun yang tinggal lebih lama, Google akan menganggap web Anda tidak relevan. Sebaliknya, jika mereka mau berlama-lama, Google akan menilai informasi di situs Anda relevan dan bermanfaat.

  • Keamanan website

Indikator ini mencakup semua tindakan untuk melindungi website dan pengunjung dari ancaman atau bahaya online. Selain itu, pemakaian HTTPS pada URL juga dijadikan standar keamanan. Website yang ada tanda Not Secure tidak akan dipercaya baik oleh search engine maupun pengunjung. Oleh karena itu, penting sekali bagi tiap webmaster untuk mengaktifkan sertifikat SSL.

 

If you believe it,
You can Achieve it

Marketing Software House :

Metta B. Putra

(0813 1859 3135)

Marketing Rep. Software House Jakarta :

Jalan Kelapa Sawit II Blok CC No. 8, Kelapa Gading, DKI Jakarta 14240

Workshop Software House Yogyakarta :

Jalan Wiratama TR III No. 392, Tegalrejo, Yogyakarta

Workshop Software House Indramayu :

Jalan Wiralodra No. 64, Lemahabang, Indramayu, Jawa Barat 45212

Categories
Artikel Terbaru

Biaya Pembuatan Aplikasi Android & iOS di Tahun 2022

Ketika berbicara mengenai developing mobile apps, kita memiliki beberapa opsi, yaitu Aplikasi iOS, Aplikasi Android atau keduanya. Namun manakah opsi yang terbaik? Dan berapakah biaya yang harus dikeluarkan untuk mengembangkan Aplikasi tersebut?

Dalam postingan blog ini, kita akan mengenal lebih dekat berapakah biaya yang harus dikeluarkan untuk mengembangkan Aplikasi iOS dan Aplikasi Android dan membantu anda dalam memutuskan platform mana yang tepat untuk bisnis anda.

Apakah bisnis anda memerlukan Aplikasi Mobile?

Pertanyaan pertama adalah apakah bisnis anda memerlukan Aplikasi Mobile atau tidak. Aplikasi Mobile dapat bermanfaat untuk bisnis, tetapi tidak tepat untuk semua bisnis.

Jika anda tidak yakin apakah aplikasi mobile tepat untuk bisnis anda atau tidak, tanyakan pada diri anda pertanyaan berikut:

  • Apakah Anda ingin membangun brand awareness atau meningkatkan loyalitas pelanggan?
  • Apakah Anda memiliki produk atau layanan yang dapat dibeli melalui aplikasi?
  • Apakah Anda ingin menghasilkan prospek atau penjualan?

Jika anda menjawab ya dari salah satu pertanyaan diatas ini, maka Aplikasi Mobile bisa menjadi investasi yang baik untuk bisnis Anda.

 

Biaya Pembuatan Aplikasi iOS

Biaya pengembangan aplikasi iOS akan sangat bervariasi tergantung pada jenis aplikasi yang ingin anda buat, fitur yang ingin anda sertakan, dan siapa yang anda pekerjakan untuk mengembangkannya. Namun, kami telah mengumpulkan beberapa informasi harga umum untuk memberi anda gambaran tentang berapa biaya untuk mengembangkan aplikasi iOS.

  • Sebuah aplikasi sederhana membutuhkan biaya sekitar $ 5000 (Rp.74.262.750) sampai $ 10.000 (Rp. 542.000) dengan perkiraan waktu pengerjaan sekitar 1-2 bulan.
  • Sebuah aplikasi medium membutuhkan biaya sekitar $ 10.000 (Rp. 542.000) sampai $ 50.000 (Rp. 742.850.000) dengan perkiraan waktu pengerjaan sekitar 2-6 bulan.
  • Sebuah aplikasi kompleks membutuhkan biaya sekitar lebih dari $ 50.000 (Rp. 850.000) dengan waktu pengerjaan sekitar lebih dari 6 bulan.

 

 

Biaya Pembuatan Aplikasi Android

Biaya pengembangan aplikasi android akan sangat bervariasi tergantung pada jenis aplikasi yang ingin anda buat, fitur yang ingin anda sertakan, dan siapa yang anda pekerjakan untuk mengembangkannya. Namun, kami telah mengumpulkan beberapa informasi harga umum untuk memberi anda gambaran tentang berapa biaya untuk mengembangkan aplikasi android.

  • Sebuah aplikasi sederhana membutuhkan biaya sekitar $ 4000 (Rp. 407.400) sampai $ 10.000 (Rp. 148.542.000) dengan perkiraan waktu pengerjaan sekitar 1-2 bulan.
  • Sebuah aplikasi medium membutuhkan biaya sekitar $ 10.000 (Rp. 542.000) sampai $ 50.000 (Rp. 742.850.000) dengan perkiraan waktu pengerjaan sekitar 2-6 bulan.
  • Sebuah aplikasi kompleks membutuhkan biaya sekitar lebih dari $ 50.000 (Rp. 850.000) dengan waktu pengerjaan sekitar lebih dari 6 bulan.

Biaya pengembangan aplikasi mobile akan sangat bervariasi tergantung pada jenis aplikasi yang ingin Anda buat, fitur yang ingin Anda sertakan, dan siapa yang Anda pekerjakan untuk mengembangkannya. Namun, kami mengumpulkan beberapa informasi harga umum untuk memberi Anda gambaran tentang berapa biaya untuk mengembangkan aplikasi seluler.

Ingat, cara terbaik untuk mendapatkan perkiraan yang akurat untuk proyek anda adalah dengan menghubungi beberapa perusahaan pengembang aplikasi mobile yang berbeda dan meminta penawaran. Dan jangan lupa untuk menanyakan pengalaman, review, dan portfolio mereka.

If you believe it,
You can Achieve it

Marketing Software House :

Metta B. Putra

(0813 1859 3135)

Marketing Rep. Software House Jakarta :

Jalan Kelapa Sawit II Blok CC No. 8, Kelapa Gading, DKI Jakarta 14240

Workshop Software House Yogyakarta :

Jalan Wiratama TR III No. 392, Tegalrejo, Yogyakarta

Workshop Software House Indramayu :

Jalan Wiralodra No. 64, Lemahabang, Indramayu, Jawa Barat 45212