Categories
Artikel Terbaru

Apa itu Google Keyword Planner? dan Bagaimana Cara Menggunakannya?

Keyword Planner Tool adalah tool yang berguna dalam menemukan keyword atau kata kunci dengan potensi terbaik, yang nantinya dapat menentukan keberhasilan Search Engine Optimization (SEO).

Dengan menentukan keyword yang tepat, kamu dapat meningkatkan kemungkinan konten kamu untuk berada di peringkat atas mesin pencarian atau search engine Google.

Apa itu Google Keyword Planner?

Google Keyword Planner adalah tools dari google yang merupakan bagian atau salah satu fitur dari Google Ads, untuk membantu para “pengiklan” dalam menemukan keyword yang kuat atau sedang tren untuk pembuatan iklan dan optimasi SEO.

Secara garis besar, Google Keyword Planner bisa digunakan untuk melakukan riset keyword, seperti mengetahui volume keyword terbesar, pilihan keyword terbaik, hingga keyword yang digunakan oleh kompetitor.

Google Keyword Planner dapat digunakan secara gratis, hanya saja kamu harus memiliki akun Google Ads terlebih dahulu.

 

Cara kerja Google Keyword Planner

Saat hendak menggunakan Google Keyword Planner kamu akan dihadapkan pada dua  fitur utama yaitu, Discover New Keywords dan Get Search Volume and Forecast, dan Get Bid Estimates. Berikut penjelasannya:

  1. Discover New Keyword

Seperti namanya, fitur di Google Keyword Planner ini  digunakan untuk menemukan kata kunci baru dan mendapatkan insight tentang istilah penelusuran yang digunakan oleh calon pelanggan atau audiens.

Berikut beberapa langkah yang bisa kamu ikuti untuk menggunakan fitur ini.

  • Klik Discover new keyword
  • Pilih salah satu dari dua tab yang tersedia berdasarkan preferensi. Ada tab  ‘start with keywords‘ dan ‘tab start with a website‘.
  • Bila kamu memilih ‘start with keywords’, mulailah riset keyword dengan memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan produk, layanan atau situs kamu. Bila kamu memilih tab starts with keyword, mulailah dengan memasukkan alamat website kamu dan Google Keywords Planner akan menganalisis keyword yang berkaitan.
  • Kamu bisa mengatur bahasa dan lokasi, serta memilih apakah ingin memasukkan nama brand dalam hasil penelusuran atau tidak. Kamu juga dapat memasukkan domain situs untuk memfilter layanan, produk atau brand yang tidak kamu tawarkan.
  • Kamu bisa memasukan hingga 10  keyword berbeda sekaligus dengan memisahkannya menggunakan tanda koma.
  1. Get Search Volume and Forecast

Di sisi lain, jika kamu sudah memiliki daftar keyword yang ingin dipelajari untuk melihat matriksnya, kamu bisa memulainya dari fitur Get Search Volume and Forecasts. Di fitur ini kamu bisa menemukan insight tentang berbagai metrik kata kunci tertentu, mulai dari estimasi volume click dan impression yang bisa kamu dapatkan selama 30 hari ke depan, estimasi biaya, CTR atau rata-rata CPC.

Untuk menggunakan fitur ini, masukkan daftar keyword yang sudah kamu miliki ke dalam bagian pencarian lalu klik ‘Get Started‘. Langkah selanjutnya adalah dengan melakukan filter dan sortir hasil pencarian. Setelah memasukkan kata kunci di masing-masing fitur yang kamu pilih tadi, kamu akan dihadapkan pada halaman hasil pencarian keyword. Pada bagian ini ada beberapa metrik yang bisa kamu lihat seperti rata-rata volume penelusuran bulanan, keyword difficulty hingga tawaran rata-rata.

Gunakan filter tambahan yang ada pada halaman hasil pencarian untuk menemukan keyword berdasarkan lokasi, bahasa, hingga periode waktu tertentu. Dari sini kamu bisa menganalisa dan memilih ide keyword paling potensial untuk kamu gunakan untuk Google Ads ataupun untuk kampanye SEO tersebut.

  1. Get Bid Estimates

Selain riset keyword, Google keyword planner juga memiliki fitur get bid estimates, yaitu mendapatkan saran dari Google untuk memberikan bid yang tepat dari sebuah keyword. Dengan fitur ini, kamu bisa mengatur anggaran kampanye iklan.

 

Benefits menggunakan Google Keyword Planner

da berbagai benefit yang akan kamu dapatkan ketika menggunakan Google Keyword Planner, di antaranya adalah:

  • Menemukan keyword baru

Saat kamu melakukan riset pada Google Keyword Planner, sistem dari Google juga akan memberikan rekomendasi keyword yang mungkin cocok dengan produk, situs atau jasa yang kamu iklankan.

  • Melihat pencarian bulanan

Kamu juga akan mendapatkan estimasi hasil pencarian yang dihasilkan sebuah keyword setiap bulannya.

  • Menentukan biaya

Dengan estimasi yang diberikan oleh Google Keyword Planner, kamu bisa memperkirakan biaya yang perlu dikeluarkan supaya iklan kamu muncul pada mesin pencarian.

  • Menata keywords

Kamu akan melihat bahwa ternyata keyword yang kamu punya juga ternyata cocok digunakan di berbagai kategori yang tentunya masih terkait dengan brand.

Membuatkan campaign terbaru

Berdasarkan pencarian keyword secara mendalam, kamu akan mendapatkan keyword yang tepat untuk membuat campaign terbaru.

 

Cara menggunakan Google Keyword Planner

  1. Akses Google Keyword Planner

Untuk dapat menggunakan Google Keyword Planner, sebelumnya kamu harus memiliki akun Google Ads. Tenang saja, keduanya gratis, kok! Saat membuat akun Google Ads, kamu cukup memasukan informasi email dan website perusahaan. Langkah selanjutnya adalah login ke akun Google Ads dan klik tombol tools pada bagian atas halaman website. Baru setelahnya kamu akan menemukan tulisan Keyword Planner pada kolom planning.

Setelah klik Keyword Planner, kamu akan melihat dua pilihan yaitu “Discover New Keywords” dan “Get search volume and forecast”. Tidak perlu terlalu bingung untuk memilih yang mana, karena dua tools ini cukup untuk menghasilkan ribuan keyword yang berpotensi baik.

  1. Pilih tool yang diinginkan

Pada tahap inilah saatnya memilih tools dari Google Keyword Planner yaitu, “Discover New Keywords” atau “Get search volume and forecast” sesuai dengan kebutuhan dan keinginanmu.

  • Discover new keywords

Sesuai namanya, tools ini digunakan untuk menemukan keyword baru. Pertama, kamu akan diminta mengisi produk atau jasa yang sesuai dengan bisnismu, misalnya: “kopi susu”. Pastikan keyword tersebut benar-benar detail karena akan memengaruhi hasil keyword yang muncul nantinya. Kamu juga bisa memasukan lebih dari satu keyword dengan koma sebagai pemisah.

Setelah memasukan informasi yang diminta dan keyword yang sesuai, kamu tinggal klik tombol “get results” untuk melihat hasil rekomendasi keywords dari Google keyword planner.

  • Get search volume and forecast

Tools ini akan berguna jika kamu sudah memiliki daftar keywords yang ingin diketahui volume pencariannya. Cukup copy dan paste daftar keyword yang kamu miliki dan klik “get started” untuk mendapatkan hasil dari Google keyword Planner.

Sebenarnya, kedua tools ini punya hasil yang sama, yaitu volume pencarian keywords. Kamu tinggal memilih apakah kamu membutuhkan rekomendasi atau hanya hasil perhitungan saja.

  1. Pilih dan urutkan hasil yang diinginkan

Untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan kebutuhanmu, Google keyword planner juga memiliki fitur filter dan sort. Ada berbagai filter yang bisa kamu pilih di Google keyword planner:

  • Location: Lokasi mana yang menjadi tujuan kamu beriklan.
  • Language: Bahasa pada hasil keyword yang kamu inginkan. Biasanya, Google keyword planner secara otomatis mengatur sebagai bahasa Inggris. Jadi, kamu perlu mengubahnya.
  • Search networks: Di mesin pencarian mana kamu ingin beriklan apakah hanya Google atau partner Google lainnya.
  • Date range: Seberapa jauh rentang waktu yang ingin kamu ketahui. Namun, idealnya, kamu cukup membiarkan yang sudah diatur yaitu, 12 bulan.

Selain filter di atas, kamu juga bisa memilih filter lainnya seperti average monthly searches, competition, top of page bid, organic impression share, organic average position, dan lainnya. Dari volume pencarian yang ada, kamu kemudian bisa mengurutkan mulai dari yang terbesar sampai terkecil begitu juga sebaliknya.

  1. Analisa di bagian “Keyword Ideas

Setelah menyaring keyword melalui fitur filter, maka, kamu akan mendapatkan ide keyword yang tertulis pada kolom “keyword (by relevance)” dilengkapi dengan “avg. monthly searches” dan “competition”.

  • Keyword (by relevance): Merupakan keyword yang sudah dipilih oleh Google keyword planner sesuai dengan keyword yang sudah kamu masukan sebelumnya.
  • Avg. monthly searches: Volume pencarian keyword per bulannya. Sedikit tips, kamu juga perlu memerhatikan keyword musiman yang sesuai perayaan di bulan itu. Misalnya, saat Bulan Desember, kamu bisa mencari keyword yang berhubungan dengan Hari Natal.
  • Competition: Bagian ini penting jika kamu menggunakan Google keyword planner sebagai tools PPC campaign. Pasalnya, kamu akan mengetahui jumlah pengiklan yang melakukan bidding dengan keyword tersebut.
  1. Pilih keyword yang kamu inginkan

Setelah melalui serangkaian tahap di atas, kamu tinggal memilih keyword yang diinginkan. Ada tiga kriteria dalam memilih keyword yang tepat, yaitu:

Search volume tertinggi

Tentunya, kamu akan memilih keyword yang paling banyak dicari yang kemudian akan meningkatkan traffic seperti yang kamu inginkan.

Niat untuk komersil

Secara umum, semakin tinggi urutan competition dan suggested bid, akan semakin mudah untuk mengubah traffic menjadi customer yang membayar saat masuk di situs kamu.

Kompetisi SEO

Tidak ada salahnya kamu menganalisis kompetisi pencarian organik yang ada di Google keyword planner. Namun, kamu perlu belajar lebih lanjut terkait SEO untuk memahaminya.

If you believe it,
You can Achieve it

Marketing Software House :

Metta B. Putra

(0813 1859 3135)

Marketing Rep. Software House Jakarta :

Jalan Kelapa Sawit II Blok CC No. 8, Kelapa Gading, DKI Jakarta 14240

Workshop Software House Yogyakarta :

Jalan Wiratama TR III No. 392, Tegalrejo, Yogyakarta

Workshop Software House Indramayu :

Jalan Wiralodra No. 64, Lemahabang, Indramayu, Jawa Barat 45212

Categories
Artikel Terbaru

Mengenal Framework pada JavaScript

Framework (kerangka kerja) adalah istilah yang sering muncul dalam dunia developer. Istilah tersebut memiliki fungsi yang sangat besar bagi pengembangan kode program secara sistematis. Saat ini, seorang pengembang khususnya dalam bidang web development diharuskan untuk mempelajari dan menggunakan sebuah kerangka kerja dalam pembuatan perangkat lunak.

Keuntungan lain adalah untuk mengembangkan perangkat lunak dengan penyusunan kode secara terstruktur dan konsisten. Kode yang baik tentu saja merupakan kode yang dapat dimengerti oleh mesin serta pengembang (developer).

Pengertian framework JavaScript

Setelah mengetahui pengertian dari framework, mari kita bahas lebih lanjut mengenai pengertian dari framework javascript.

Framework javascript merupakan bahasa pemrograman yang digunakan untuk sebuah situs web atau aplikasi yang menjadikan halaman website lebih dinamis serta interaktif.  Javascript memudahkan urusan developer dalam melakukan pengembangan serta peningkatan dari website maupun aplikasi.

Dalam membuat aplikasi ataupun web seorang developer harus mampu memahami mengenai bahasa pemrograman, termasuk dengan pemahaman mengenai framework Javascript .

Cara kerja framework JavaScript

Dalam melakukan kerjanya sebuah framework memiliki cara kerjanya yang tentunya digunakan sebagai pendukung dari proses pembuatan atau pengembangan website serta aplikasi.

Javascript yang bersifat client-side atau semua proses dilakukan oleh pengguna atau pengunjung website. Dalam hal ini client meminta request atau permintaan kepada pemilik website kemudian permintaan tersebut diproses kemudian hasil selanjutnya dikirimkan kembali kepada pengunjung web.

Saat ini javascript semakin canggih dengan kemampuan yang tidak hanya digunakan oleh client, namun juga dapat digunakan oleh server, console, web, desktop, mobile, IoT, dan game.

Pembelajaran tentang javascript membutuhkan web browser serta text editor.

Framework JavaScript

Terdapat berbagai macam Framework JavaScript dengan mengusung berbagai fiturnya masing-masing, yaitu:

  1. AngularJS

AngularJs merupakan framework JavaScript yang paling populer di kalangan developer. Framework ini dikembangkan oleh Google dan dirilis tahun 2009. Versi baru AngularJS mulai diperkenalkan pada tahun 2014.

Versi baru ini dibangun dengan bahasa TypeScript yang memiliki komponen penting berupa 3 bagian utama, yaitu:

  • ng-app, merupakan petunjuk dan link dari AngularJS ke HTML.
  • ng-model, adalah arahan atau petunjuk data dari app AngularJS ke input kontrol pada HTML.
  • ng-bind, berupa arahan atau petunjuk data dari app AngularJS ke tag HTML.

Fitur-Fitur AngularJS:

  • Directives, fitur ini memberi kemudahan dalam pengaturan DOM (Document Object Model), untuk menghasilkan konten dengan HTML yang lebih dinamis lagi.
  • Hierarchical Injections, memudahkan pengelolaan kode yang berfungsi untuk pengujian serta penggunaan ulang.
  • Two-way Data Binding, untuk memudahkan sinkronisasi antara model dan view.
  • Scope, merupakan objek yang digunakan untuk menampung data Model yang isinya Method/perantara antara Controller dan View.
  • Controller, untuk mengontrol data juga alur kerja pada program yang dibangun, berupa kumpulan fungsi-fungsi JavaScript pada AngularJS.
  • Services, merupakan objek yang digunakan di sebuah aplikasi untuk membuat XMLHttpRequest.
  • Filter, untuk memilih item atau fungsi kode.
  • Directives, digunakan dalam pembuatan tag pada HTML.
  • Template, merupakan tampilan program yang sedang dibuat berdasarkan pada Controller serta Model.
  • Routing, adalah proses perpindahan tampilan (switching).
  • Model View Whatever, ialah pola desain MVC yang membagi proses kerja dan memiliki tanggung jawab berbeda. Oleh karena itu metodenya lebih menjadi MVVM (Model-View-Viewmodel).
  • Deep Linking, merupakan fitur yang mengizinkan developer untuk melakukan encode aplikasi pada URL, membuat bookmark, dan melakukan restore kondisi terakhir URL.
  • Dependency Injection, adalah fitur yang memungkinkan Developer bisa menulis komponen atau kode terpisah satu sama lain, yang dapat memudahkan pengujian dan pengembangan program.
  1. Ember.js

Ember.js merupakan Framework JavaScript yang berkonsep MVVM atau model-view-viewmodel. Dengan sifat open source dari Ember.js memungkinkan pengembang dapat meningkatkan website yang dibuatnya sesuai kebutuhan.

Ember.js juga mendukung Two Way Data Binding, apabila developer membuat perubahan pada kode JavaScript, akan memberikan pengaruh terhadap tampilan layar yang ada pada kode HTML.

Fitur-Fitur Ember.js

Fitur-Fitur yang terdapat pada Ember.js adalah sebagai berikut:

  • Ember Inspector, adalah alat yang digunakan untuk men-debug aplikasi pada Ember.js.
  • Route, merupakan fitur utama atau inti untuk mengelola URL.
  • Computed Properties, adalah fitur yang dapat digunakan untuk mendeklarasikan fungsi sebagai sebuah properti, yang nantinya akan ditampilkan ketika properti tersebut diminta.
  1. ReactJS

ReactJS adalah Framework JavaScript yang memungkinkan untuk membangun komponen antarmuka (UI) yang bisa digunakan kembali dan visual bersifat dinamis. Tampilan UI dapat dikembangkan menjadi lebih detail di setiap komponennya.

Fitur-Fitur React:

  • Virtual DOM, sebagai penyimpanan perubahan kode.
  • Libraries Integration, dapat menghubungkan serta digunakan bersamaan dengan berbagai library yang basisnya JavaScript.
  • JSX (JavaScript XML), merupakan ekstensi sintaks JavaScript yang memudahkan modifikasi DOM menggunakan kode HTML.
  • Declarative, dapat membuat UI yang interaktif.
  • React Native (Render khusus React), kode dimungkinkan dapat digunakan dalam dua aplikasi secara bersamaan pada Android dan iOS menggunakan satu block code saja.
  • Flux, merupakan bangunan aplikasi yang mengontrol aliran data ke komponen hanya melalui operator atau satu titik kontrol saja.
  • React Views, digunakan untuk melihat hasil program yang tengah dibuat.
  1. Vue.js

Vue.js adalah Framework JavaScript yang merupakan framework yang progresive sehingga berguna untuk membangun antarmuka bagi pengguna, serta memiliki kemampuan menjalankan halaman website yang canggih

Kerangkanya dapat dimodifikasi dan digunakan untuk keperluan website komersial maupun personal.

Fitur Vue.js:

  • Virtual DOM (Document Object Model), lebih cepat daripada DOM biasa.
  • Components, berfungsi pembuat dan kustomisasi elemen-elemen pada HTML.
  • Computed Properties, digunakan untuk melihat perubahan tampilan.
  • Directives, fungsinya untuk melakukan segala tindakan pada front-end.
  • Data Binding, memberikan nilai pada atribut HTML.
  • Lightweight, berguna untuk membuat program lebih sederhana dan cepat.
  • Routing, merupakan perantara antarhalaman.
  • Templates, sebagai penghubung antara DOM dengan data instance Vue.js.
  • Watcher, fungsinya menangani berbagai perubahan data supaya kode menjadi lebih sederhana.
  1. Node.js

Node.js adalah server-side JavaScript yang dapat digunakan untuk membangun website yang dinamis. Framework ini menjadi pilihan banyak pengembang untuk membangun berbagai aplikasi, karena beberapa program dapat berjalan dalam waktu yang sama tanpa proses antrian.

Fitur-Fitur Node.js:

  • Engine V8, merupakan compiler JavaScript yang dimiliki Google dan dibuat memakai bahasa pemrograman C++ untuk meng-compile kode JavaScript menjadi kode pada tingkat assembly.
  • Libuv Library, adalah library C++ untuk mengatur operasi asynchronous I/O (input/output) di Node.js dan main event loop.
  • Design Pattern, berupa object pool yaitu kumpulan objek untuk task tertentu dan Facade yang berfungsi untuk memberi tampilan antarmuka bagi body kode.
  • Asynchronous Process, ialah proses jalannya program dapat dilakukan bersamaan tanpa proses antrian.
  1. Backbone.js

Backbone.js merupakan framework yang cukup dikenal oleh para web programer, yang bisa juga dipakai untuk membuat single-page application. Komunitas penggunanya nyaris sebesar AngularJS, dan framework ini dirilis tahun 2010.

Fitur-Fitur Backbone.js:

  • Model, isinya berupa data interaktif berserta fungsinya.
  • Tampilan, berfungsi mengatur antarmuka
  • Koleksi, berisi model-model yang teratur.
  • Acara, ini merupakan modul Backbone yang mudah dikompilasikan dengan kelas lainnya.
  • Router,untuk menghubungkan URL klien ke tindakan aplikasi.
  • Sinkronisasi, berfungsi memetakan status model ke database server.
  • Key-Value Binding & Custom Events, setiap terjadi perubahan Model akan berpengaruh terhadap View, dan berlaku sebaliknya.
  • Event Handling, memungkinkan untuk menyesuaikan perintah pengguna pada browser.
  1. Mithril

Mithril adalah framework JavaScript yang memakai konsep MVC klasik yang berukuran kecil, hanya 7 KB. Menariknya framework ini seakan menjadi kombinasi antara arsitektur dari AngularJS dengan Virtual DOM ReactJS.

Fitur-Fitur Mithril:

  • JXS, merupakan ekstensi sintaks yang memungkinkan pengembang menulis tag HTML diselingi JavaScript.
  • Animasi, memiliki fitur untuk membuat animasi yang kompleks.
  • Path Handling, berfungsi menghasilkan rute URL.
  • XHR, merupakan cara untuk terhubung dengan server, mampu membuat dan memperbaharui HTML, membuat komponen, juga membuat rute bagi Single Page Application.
  • Routing, merupakan perpindahan tampilan atau switching.
  1. Polymer

Polymer merupakan Framework JavaScript yang dikembangkan oleh Google serta dirilis pada tahun 2015. Framework ini dapat digunakan membangun aplikasi website dengan memakai komponen dari website tersebut.

Fitur-Fitur Polymer:

  • Terdapat fitur yang berfungsi untuk menyederhanakan proses pengembangan PWA.
  • DOM Shadow, berfungsi sebagai enkapsulasi CSS, JavaScript, serta templating.
  • Polyfills, sebuah fitur yang dapat dipakai membuat elemen serta bisa digunakan ulang.
  • Catalog Elements, merupakan fitur yang menyediakan komponen web yang siap untuk digunakan.
  1. Express.js

Framework Express.js ini untuk membangun aplikasi website atau web app yang berbasis Node.js. Framework ini adalah back-end development untuk mengelola routing session, permintaan HTTP, dan lain-lain.

Fitur-Fitur Express.js:

  • Routing, merupakan metode atau cara server untuk menampilkan permintaan browser (client).
  • Middleware, untuk engakses permintaan dan merespons objek.
  • Static File, merupakan file yang bisa diunduh baik oleh client maupun browser.
  • Template Engine, adalah perpustakaan atau library tempat memilih template berbeda.
  • Cache, berfungsi agar pengemang tidak perlu menulis ulang kode yang telah ada atau telah ditulis.
  1. Next.js

Next.js adalah Framework JavaScript yang mudah digunakan untuk membangun sebuah website maupun program, yang mana program tersebut  siap dijalankan saat setup pertama kalinya. Next.js dianggap sebagai pelengkap ReactJS, sebab memiliki kemampuan rendering yang lebih baik.

Fitur-Fitur Next.js:

  • Routing Pages, merupakan fitur routing otomatis di tiap halaman..
  • Build-in CSS Support, bisa mengimport file CSS ke file JavaScript.
  • Layout Component, fitur ini bisa memecah konstruksi halaman untuk menjadi kumpulan komponen, dimana komponen tersebut dapat digunakan ulang untuk halaman lain.
  • Image Optimization, dapat merubah ukuran gambar supaya lebih responsif saat dibuka di browser.
  • Font Optimization, otomatis mengatur inline font CSS
  • Script Optimization, dapat mengatur loading di script pihak ketiga.
  • Static File Serving, dapat memudahkan saat memanggil serta menggunakan file statis pada suatu halaman.
  • Fast Refresh, dapat merefresh otomatis saat ada perubahan script.
  1. Meteor

Meteor merupakan framework yang digunakan untuk mengembangkan sebuah program dari pengembangan backend, logika bisnis, mengelola database, sampai front-end. Juga dikenal sebagai Isomorphic Development Ecosystem (IDevE) yang digunakan untuk membangun web app yang dapat berjalan secara real time.

Fitur-Fitur Meteor:

  • Distributed Data Protocol, dapat melakukan perubahan dengan cara otomatis berdasarkan permintaan dari klien tanpa diperlukan menulis kode sinkronisasi.
  • Universal app, menggunakan kode yang sama untuk website maupun mobile app.
  • Package/paket, memudahkan proses pemrograman serta instalasinya.
  • Meteor galaxy, merupakan layanan awan yang diperuntukan bagi penyebaran aplikasi meteor.
  1. Aurelia

Aurelia merupakan framework yang bertujuan untuk menginterpretasikan sisi server dan klien bersamaan serta dapat digunakan untuk memperluas kode HTML. Mampu menghasilkan tampilan website yang bagus dan website menjadi semakin kuat.

Fitur-Fitur Aurelia:

  • Aurelia CLI, merupakan baris perintah resmi untuk framework Aurelia yang bisa digunakan untuk membangun projek baru.
  • Two-way data binding, untuk memudahkan sinkronisasi model dan view.
  • Board Language Support.
  • Komponen, berupa blok penyusun kerangka kerja yang terdiri dari model tampilan JavaScript dan HTML.
  • Routing, untuk konfigurasi routing.
  • Server Side Rendering, berguna untuk merender aplikasi di server lalu mengirimkan lagi halaman sepenuhnya kepada klien.

 

Categories
Artikel Terbaru

Tren Bahasa Pemrograman di tahun 2022

Tertarik belajar coding atau berkarir sebagai developer atau programmer? Sebaiknya kamu perlu ketahui dulu apa saja tren Bahasa pemrograman yang perlu kamu pelajari di tahun 2022.

Berikut ini adalah tren Bahasa pemrograman yang sebaiknya perlu kamu pelajari di tahun 2022 :

 

1. Javascript

Menurut Survey dari Stack Overflow pada tahun 2021, JavaScript merupakan bahasa pemrograman terpopuler di dunia Development selama 9 tahun berturut-turut. Tentunya waktu 8 tahun di posisi atas merupakan fakta bahwa JavaScript merupakan Jantung dari Web Development.

Javascript merupakan bahasa pemrograman untuk web development terutama pada bagian Front End. Memiliki sintaks yang fleksibel merupakan kelebihannya agar pemula cukup friendly dengan belajar bahasa pemrograman ini.

 

2. Python

Bahasa pemrograman yang populer saat ini. Sering dikatakan bahwa sintaks Python jelas, intuitif, dan hampir mirip bahasa Inggris, yang, seperti Java, menjadikannya pilihan populer bagi pemula. Selain itu python memiliki library yang cukup kaya, sehingga bisa menciptakan beberapa macam model sistem. Bahasa pemrograman ini bisa berpartisi untuk Desktop Application dan Back end Developer.

 

3. Java

Java merupakan salah satu bahasa pemrograman yang paling umum, dan banyak digunakan dalam pengembangan berbagai macam aplikasi—mulai dari online games, aplikasi chat, perbankan, hingga big data. 

 

4. C#

Salah satu bahasa pemrograman yang memiliki sifat Objek Orientasi yang dibangun di atas dasar C. Namun awalnya, bahasa pemrograman ini

C# sangat cocok dalam pemrograman dalam Game Development, AR atau VR.

 

5. TypeScript

Typescript adalah bahasa pemrograman berbasis JavaScript yang menambahkan fitur strong-typing & konsep pemrograman OOP klasik ( class, interface). Di dalam dokumentasinya, TypeScript disebut sebagai super-set dari JavaScript, artinya semua kode JavaScript adalah kode TypeScript juga. Bahasa pemrograman ini menawarkan class, module, dan interface yang membuat developer bisa mengembangkan aplikasi kompleks dengan lebih mudah. Hal inilah yang membedakannya dengan javascript.

If you believe it,
You can Achieve it

Marketing Software House :

Metta B. Putra

(0813 1859 3135)

Marketing Rep. Software House Jakarta :

Jalan Kelapa Sawit II Blok CC No. 8, Kelapa Gading, DKI Jakarta 14240

Workshop Software House Yogyakarta :

Jalan Wiratama TR III No. 392, Tegalrejo, Yogyakarta

Workshop Software House Indramayu :

Jalan Wiralodra No. 64, Lemahabang, Indramayu, Jawa Barat 45212

Categories
Artikel Terbaru

Mengenal Firebase lebih dekat

Pada saat ini banyak bermunculan database dengan basis NoSQL (bukan sql), salah satunya adalah Firebase. Beberapa tahun terakhir ini Firebase mulai banyak dikenal dan digunakan oleh para developer termasuk di Indonesia.

Perkembangan teknologi tentunya memudahkan developer seperti dengan adanya Database Firebase ini. Namun, yang paling penting dari sebuah perkembangan adalah proses.

Firebase adalah salah satu tools yang mulai terkenal dikalangan para developer di Indonesia. Developer aplikasi mulai menggunakan layanan Firebase karena diklaim bisa mempercepat pekerjaan. Apakah itu benar?

Bagi Anda yang penasaran tentang apa itu firebase, pastikan Anda membaca ulasan singkat terkait pengertian, fungsi dan kegunaan database tersebut sampai habis ya.

Apa Itu Firebase?

Firebase adalah suatu layanan dari Google untuk memberikan kemudahan bahkan mempermudah para developer aplikasi dalam mengembangkan aplikasinya. Firebase alias BaaS (Backend as a Service) merupakan solusi yang ditawarkan oleh Google untuk mempercepat pekerjaan developer.

Dengan menggunakan Firebase, apps developer bisa fokus dalam mengembangkan aplikasi tanpa memberikan effort yang besar untuk urusan backend.

Singkat cerita mengenai sejarah dari Firebase didirikan pertama kali pada tahun 2011 oleh Andrew Lee dan James Tamplin. Produk Firebase yang pertama kali adalah Realtime Database. Realtime Database digunakan developer untuk menyimpan data dan synchronize ke banyak user. Kemudian ia berkembang sebagai layanan pengembang aplikasi. Pada bulan Oktober 2014, perusahaan tersebut diakuisisi oleh Google.

Mengenai segi layanan, dulu Firebase memberikan service trial (percobaan), namun saat ini kamu bisa memanfaatkan dan menggunakan layanan Firebase secara free (gratis). Tentu saja dengan adanya batasan-batasan tertentu.

Firebase sendiri memiliki tiga pilihan layanan, yaitu

  • SPARK : layanan ini bisa digunakan secara gratis.
  • FLAME : untuk menggunakan layanan ini kamu akan dikenakan biaya $25 / bulan.
  • BLAZE : jika ingin menggunakan layanan yang ketiga ini, kamu akan dikenakan biaya sesuai dengan pemakaian.

Mengenal Fitur Firebase

Firebase memiliki cukup banyak fiturnya, yang bisa kamu gunakan untuk mengembangkan berbagai aplikasi. Adapun fitur-fitur tersebut di antaranya sebagai berikut:

Firebase Analytics

Fitur ini berfungsi untuk mengkoleksi data yang bervariasi dan reporting untuk aplikasi Android maupun iOS. Melalui fitur itu, kamu  bisa membuat segmentasi user berdasarkan user attribute. User attribute merupakan parameter yang digunakan sebagai filter dengan tujuan untuk reporting dan notifikasi.

Misalnya, pada aplikasi online shop. Dengan menggunakan user attribute, kamu bisa tahu jumlah user yang membeli handphone merk tertentu. Bahkan kamu juga bisa mencari tahu jam berapa transaksi yang banyak dilakukan oleh user.

Firebase Cloud Messaging and Notifications

Firebase menyediakan koneksi yang bisa diandalkan untuk semua pengguna. Baik itu Android, iOS ataupun website tanpa perlu biaya tambahan. Bahkan para developer aplikasi juga bisa menargetkan pesan sesuai dengan segmen pasar yang diinginkan.

Pesan notifikasi tersebut terintegrasi sepenuhnya dengan Google Analytics for Firebase. Dengan demikian, kamu memiliki akses pada interaksi dan tracking konversi secara detaill. Kamu juga bisa memantau suatu efektivitas dari satu dashboard tanpa membuat program sendiri.

Firebase Authentication

Dengan adanya Firebase Authentication, para developer aplikasi bisa mengautentikasi pengguna ke aplikasi lewat tampilan interfaces. Di mana, autentifikasi ini nantinya bisa memudahkan pengguna untuk masuk ke aplikasi yang terintegrasi dengan penyedia identitas gabungan populer lainnya.

Firebase Cloud Firestore

Cloud Firestore merupakan database yang bersifat fleksibel dan terukur. Digunakan untuk pengembangan perangkat seperti seluler, web, dan server di Firebase dan Google Cloud Platform. Layaknya Firebase Realtime Database, Cloud Firestore akan  membuat data tetap terkoneksi di aplikasi user melalui listener realtime.

Selain itu, Cloud Firestore juga menawarkan layanan secara offline untuk aplikasi seluler dan web. Dengan begitu, kamu bisa membuat aplikasi yang powerfull, responsif, dan mampu bekerja tanpa bergantung pada latensi koneksi internet.

Firebase Realtime Database

Firebase Realtime Database merupakan database yang di-host melalui cloud, sehingga developer bisa mengelola database dalam jumlah lebih besar. Melalui fitur yang satu ini, penggguna aplikasi akan  tetap menerima update terbaru saat ponsel yang offline terhubung ke jaringan internet.

Untuk developer yang masih pemula dan ingin aplikasi lintas platform atau multiplatform, sangat perlu memperhatikan fungsi Firebase Realtime Database ini.

Firebase Hosting

Kegunaan dari Firebase Hosting, yaitu mampu menayangkan konten melalui koneksi yang begitu aman, mengirimkan konten secara cepat, dan mendukung semua jenis konten untuk di hosting. Mulai dari file HTML dan CSS hingga API atau layanan mikro Express.js.

If you believe it,
You can Achieve it

Marketing Software House :

Metta B. Putra

(0813 1859 3135)

Marketing Rep. Software House Jakarta :

Jalan Kelapa Sawit II Blok CC No. 8, Kelapa Gading, DKI Jakarta 14240

Workshop Software House Yogyakarta :

Jalan Wiratama TR III No. 392, Tegalrejo, Yogyakarta

Workshop Software House Indramayu :

Jalan Wiralodra No. 64, Lemahabang, Indramayu, Jawa Barat 45212

Categories
Artikel Terbaru

Apa itu Super-App?

Berbagai startup berlomba membuat aplikasi super atau super app untuk memenuhi kebutuhan pengguna dan menarik perhatian pasar. Tapi, tahukah kamu apa sebenarnya yang dimaksud dengan super app tersebut? Mari kita bahas.

Apa itu Super-App?

Super app adalah sebuah platform yang menyediakan banyak layanan namun dikemas menjadi satu aplikasi saja. Istilah Super app atau aplikasi super mungkin masih terasa asing untuk beberapa orang. Padahal tanpa disadari, kita sering menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Aplikasi ini membuat pelanggan lebih mudah untuk menemukan layanan apa yang mereka perlukan dan bisa menghemat ruang ponselnya karena tidak perlu menginstal banyak aplikasi untuk mendapat banyak layanan.

 

Kenapa bisa disebut Super-App?

Istilah super app ini diperkenalkan oleh Mike Lazaridis Founder Blackberry pada tahun 2010, dirinya mendefinisikan super app sebagai suatu ekosistem tertutup dari banyak aplikasi yang akan digunakan orang setiap hari karena menawarkan pengalaman yang terintegrasi dan efisien.

Konsep ini kemudian dipopulerkan untuk pertama kalinya oleh aplikasi WeChat dari China. Pada awalnya WeChat merupakan aplikasi chatting yang dibuat oleh perusahaan Tencent Holdings.

Seiring berkembangnya waktu tidak hanya menyediakan layanan chatting saja, WeChat juga merambah layanan lain seperti:

  • Layanan pembayaran yang dikenal dengan nama WeChat Pay.
  • Layanan pesan promosi oleh penjual kepada konsumen yang disebut sebagai Mini Program.
  • Layanan top up pulsa dan pengisian token listrik.
  • Layanan gaming di dalam aplikasi WeChat.
  • Layanan asuransi
  • Pemesanan kendaraan transportasi baik itu ride hailing atau pemesanan kereta dan pesawat

 

Fitur fitur yang diperlukan untuk menjadi Super-App

  • Social

Bentuk nyata dari elemen ini yaitu aplikasi WeChat. Aplikasi ini pada mulanya merupakan sebuah aplikasi chatting dari China yang berfungsi untuk menjalin komunikasi, kolaborasi dan berbagi.

  • Ecommerce

Kini orang-orang lebih suka untuk berbelanja secara online baik itu belanja pakaian, aksesoris, bahkan barang elektronik. Selain lebih praktis karena tinggal membuka ponsel pintar saja, pilihannya juga cenderung lebih banyak.

  • Food Delivery

Bukan hanya pakaian saja, saat ini untuk pesan makanan juga dilakukan melalui aplikasi. Tinggal pilih makanan apa yang diinginkan, klik pesan, dan makanan Anda akan diantar ke tempat Anda.

  • Transportation Services

Seperti pesan baju online dan pesan makanan online, kini kita juga memesan tranportasi secara online. Pemesanan dilakukan dengan menentukan titik jemput dimana, kemudian tentukan tujuannya. Nanti dengan otomatis transportasi tersebut akan datang.

  • Personal Finances

Mengelola keuangan pribadi merupakan hal yang sangat penting. Anda harus mengelola mulai dari pengeluaran, hingga anggaran untuk masa tua. Dengan aplikasi personal finances, Anda dapat mengelolanya dengan lebih praktis dan mudah.

  • Travel Services

Dalam Super app biasanya juga dilengkapi dengan elemen ini. Sehingga kini untuk pergi jalan-jalan kemana saja menjadi lebih mudah. Di dalamnya biasanya terdapat paket wisata dengan berbagai kemudahan dan fasilitas yang menarik wisatawan.

  • Billpay

Billpay digunakan untuk membayar tagihan, seperti tagihan pulsa, tagihan listrik, atau tagihan lainnya. Elemen ini bisa digunakan untuk memancing pengguna agar lebih sering membuka aplikasi.

  • Health Services

Layanan kesehatan juga tidak ketinggalan. Dalam layanan ini, pengguna dapat berkonsultasi mengenai kesehatannya, gejala yang sedang dialami, dan terapi atau obat apa yang diperlukan untuk mengatasinya.

  • Insurance

Hampir mirip dengan layanan kesehatan, layanan asuransi juga hadir dan menjadi elemen penting dalam aplikasi super. Elemen ini biasanya menawarkan kartu asuransi, informasi kontak dan riwayat pembayaran asuransi.

  • Government and public services

Ranah digital juga sampai pada layanan pemerintah dan publik. Aplikasi super dapat menampung kartu dan informasi jaminan sosial, pilihan pembayaran transportasi umum, hingga informasi kartu perpustakaan.

 

Super-App di Indonesia

Berikut ini adalah contoh Super App yang ada di Indonesia :

Gojek

Beberapa layanan tersebut seperti jasa pesan-antar makanan, jasa angkut barang, jasa konsultasi kesehatan, hingga belanja obat. Beberapa layanan yang dikemas dalam satu aplikasi ini tentu lebih memudahkan  pengguna dalam menggunakannya.

AliPay

Pada awalnya AliPay tidak dapat digunakan di Indonesia. Seperti yang di lansir Kompas Alipay belum mendapat izin dari pemerintah Indonesia. Namun saat ini Alipay sudah dipastikan bisa digunakan di Indonesia (Sumber : Nextren).

Tak hanya sebagai dompet digital, Alipay menjadi salah satu super app. Selain sebagai dompet digital Beberapa fitur yang ditawarkan oleh Alipay adalah pembayaran produk atau layanan di restoran, toko, kupon dan voucher diskon elektronik, pemesanan layanan transportasi dan masih banyak lagi.

Grab

Grab menjadi contoh super app. Kompetitor Gojek yang berasal dari Malaysia ini sudah tersedia beragam layanan dan sudah beroperasi di Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Sama seperti Gojek Selain sebagai perusahaan pemesanan transportasi, Grab juga melayani pengiriman makanan, barang, pembelian pulsa, pengecekan kesehatan, belanja, pemesanan hotel, asuransi, tagihan, jasa rumah dan sebagainya.

Layanan aplikasi ini bisa anda temukan di Google Play dan App Store. Cara mendapatkannya pun mudah. Anda tinggal cari di penyedia aplikasi sesuai smartphone anda dan klik download. Setelah mendownload anda bisa langsung mencoba dan menggunakan aplikasi tersebut sesuai dengan kebutuhan Anda.

If you believe it,
You can Achieve it

Marketing Software House :

Metta B. Putra

(0813 1859 3135)

Marketing Rep. Software House Jakarta :

Jalan Kelapa Sawit II Blok CC No. 8, Kelapa Gading, DKI Jakarta 14240

Workshop Software House Yogyakarta :

Jalan Wiratama TR III No. 392, Tegalrejo, Yogyakarta

Workshop Software House Indramayu :

Jalan Wiralodra No. 64, Lemahabang, Indramayu, Jawa Barat 45212

Categories
Artikel Terbaru

Mengenal perbedaan Data Scientist, Data Analyst dan Data Engineer

Mungkin kamu pernah mendengar tentang profesi seorang Data Science Data, Analyst dan Data Engineer, lalu apa bedanya? Mari kita bahas.

Data Analyst

Profesi Data analyst mengharuskan berhadapan dengan banyak data untuk dibersihkan, dianalisis, dan dibuatkan visualisasinya. Tugas seorang data analyst adalah mencari insight untuk memajukan bisnis dari berbagai aspek, lalu kemudian diberikan pada data engineer. Data analyst juga bertanggung jawab untuk mengolah bahan yang diberikan untuk membuat eksperimen dan menentukan strategi bisnis lanjutan. Setiap hari melakukan visualisasi data yang menjadi penghubung tim pemasaran, tim penjualan, tim teknis, dan strategi bisnis.

Data analyst juga bertanggung jawab menyelesaikan pertanyaan seperti “bagaimana cara kami menjelaskan kepada manajemen bahwa kenaikan biaya memengaruhi jumlah konsumen?” dan “apa yang mendorong pertumbuhan bisnis?”

Dikarenakan Data Analyst harus berhubungan langsung dengan bisnis maka ia harus memahami dengan benar bagaimana naik turunnya permainan dalam pasar penjualan. Dengan begitu Data Analyst juga dapat mengolah bahan secara langsung untuk membuat eksperimen inovasi terbaru yang sekiranya akan disukai oleh traffic pasar saat ini. Hasil dari eksperimen tersebut nanti akan diberikan kepada Data Scientist dan Data Engineer sebagai insights.

Untuk menyelesaikan pekerjaan sehari-hari, data analyst akan bekerja dengan program Excel, Tableau, dan SQL. Mereka harus menguasai istilah bisnis dan tools yang digunakan untuk membuat grafik/infografik.

 

Data Scientist

Mengolah lebih lanjut data yang telah dikumpulkan oleh data engineer. Mulai dari data extraction, lalu data preparation (cleansing), data processing, dan analysis. Data scientist perlu memastikan kondisi data baik dan sesuai untuk dianalisis dan diambil insightsnya. Data scientist biasanya melakukan eksperimentasi dengan menggunakan teknik machine learning dan metode statistik untuk digunakan dalam pemodelan prediktif dan preskriptif.

Ketika Anda memiliki setumpuk data yang terlalu besar bagi seorang manusia untuk mengurai dan terlalu berharga untuk diabaikan, Anda perlu beberapa cara menarik wawasan yang dapat dicerna darinya. Itulah pekerjaan dasar dari seorang ilmuwan data: mengkombinasikan beberapa pasang data untuk mengungkap suatu pola. Contohnya, kebiasaan dan preferensi konsumen. Pola yang dicari ini nantinya dapat digunakan sebagai acuan untuk memprediksi pergerakan bisnis suatu produk.

Seorang data scientist bertanggung jawab membersihkan, memproses, dan mengolah data besar yang sudah dikumpulkan oleh data engineer di suatu perusahaan. Data scientist juga tak jarang harus melakukan eksperimen untuk membuktikan dan memberikan saran yang paling tepat untuk perkembangan sebuah organisasi, perusahaan, dan badan usaha.

Dalam pekerjaan sehari-hari, data scientist akan sering berhadapan dengan pertanyaan seperti “berapa banyak jenis pengguna yang dimiliki oleh perusahaan?” dan “bisakah menciptakan model yang bisa memprediksi suatu produk yang akan laris jika dijual untuk target pasar tertentu?”

Pada intinya, pekerjaan sebagai data scientist adalah bagaimana bisa menghasilkan suatu kesimpulan yang dapat dicerna dan diterima oleh semuanya, berdasar dari kumpulan data besar yang sudah ada.

Setiap hari, data scientist berhadapan dengan program olah data seperti SQL dan Python. Persyaratan: Teknologi yang akan Anda gunakan termasuk Python, scikit-learn, Pandas, SQL, dan mungkin Flask, Spark dan/atau TensorFlow/PyTorch. Setidaknya, mereka harus menguasai bidang pemrograman data, komunikasi, matematika, statistik, dan ekonomi.

Pada uraian pekerjaan di atas tidak berdiri sendiri dalam semua kasus. Pada startup tahap awal, misalnya, seorang ilmuwan data mungkin harus menjadi insinyur data dan atau analis data. Tetapi sebagian besar pekerjaan akan jauh lebih rapi ke dalam salah satu kategori ini daripada yang lain. Dan semakin besar perusahaan tersebut, maka semakin banyak kategori ini dibutuhkan.

Orang-orang bekerja dalam mengolah data tidak boleh kehilangan fokus karena akan berakibat fatal dan tentu hal ini merupakan pekerjaan sulit. Sebagai contoh, beberapa perusahaan menerapkan model sederhana untuk dataset yang besar, beberapa menerapkan model yang kompleks untuk dataset kecil, beberapa melatih model mereka dengan cepat, dan beberapa tidak menggunakan model (konvensional) sama sekali.

 

Data Engineer

Data engineer bertugas untuk mengembangkan dan membuat desain arsitektur manajemen data dan memonitor infrastrukturnya di dalam sebuah perusahaan. Data Engineer akan mengelola jalur data untuk perusahaan yang menangani data dalam jumlah besar, juga harus memastikan bahwa data bisa dikumpulkan

dan diambil secara efisien dari sumber ketika dibutuhkan, dibersihkan dan diproses. Tujuannya adalah untuk membangun dan mengoptimalkan sistem perusahaan yang memungkinkan bagi data analyst dan data scientist menyelesaikan pekerjaan mereka. Data Engineer harus memiliki keahlian di bidang programming, big data, dan matematika.

Sebagai contoh pada sebuah restoran ternama, Data Engineer merupakan orang yang menyiapkan, memilih serta mengolah bahan terbaiknya untuk kemudian diberikan kepada chef yang paling hebat pada restoran tersebut. Disamping menyiapkan bahan-bahan yang terbaik, data engineer juga harus memastikan bahan tersebut tetap fresh dan bisa diambil kapanpun ketika chef tersebut membutuhkan.

Dalam hal ini untuk bisa mendapatkan bahan-bahan yang terbaik tersebut, makanya data engineer harus memiliki koneksi penjual agar bisa memperoleh bahan-bahan yang fresh dan terbaik. Dengan begitu data engineer harus memahami bagaimana mengatur arus atau proses pengantaran dari bahan tersebut agar sampai dalam keadaaan yang paling fresh.

Jika dilihat dari analogi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap individu data engineer merupakan sebagai penyedia data yang nanti akan diberikan pada Data Scientist (DS) dan Data Analyst (DA). Semua data yang nantinya diberikan kepada DS dan DA harus sesuai dengan apa yang dibutuhkannya, dan data-data tersebut harus 100% bersih dan benar.

Umumnya ketahui bahwa Data Engineer memiliki keterkaitan dengan istilah Pipeline dan juga Big Data. Bisa dikatakan bahwa Data Engineer merupakan sebagai pembuat infrastruktur dari proses bagaimana data yang didapatkan dan diolah itu sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh DS dan DA.

Tak hanya itu, Data Engineer juga harus memperhatikan dimana data tersebut harus disimpan dan juga bagaimana bentuk dari data tersebut. Seperti analogi di restoran tadi, Data Engineer harus memastikan dan memperhatikan dengan baik bagaimana data yang diambil tersebut baik dan kembali dengan bersih dan fresh. Bahkan jika data yang dikirimkan tersebut gagal hingga sampai tujuan juga merupakan tugas dari Data Engineer.

Data Engineer harus bisa menguasai Databases (NoSQL,RDBMS, Data Lake, Data Warehouse, etc), SQL, Pipeline (Kafka, Azkaban, Airflow, Luigi, etc), ETL Tools (Ab Initio, Pentaho, etc), dan pastinya pemrograman dasar serta shell script.

If you believe it,
You can Achieve it

Marketing Software House :

Metta B. Putra

(0813 1859 3135)

Marketing Rep. Software House Jakarta :

Jalan Kelapa Sawit II Blok CC No. 8, Kelapa Gading, DKI Jakarta 14240

Workshop Software House Yogyakarta :

Jalan Wiratama TR III No. 392, Tegalrejo, Yogyakarta

Workshop Software House Indramayu :

Jalan Wiralodra No. 64, Lemahabang, Indramayu, Jawa Barat 45212

Categories
Artikel Terbaru

Mengenal perbedaan Machine Learning, Deep Learning, dan Artificial Intelligence

Mungkin kamu pernah mendengar tentang istilah Machine Learning, Deep Learning dan Artificial Intelligence, lalu apa bedanya? Mari kita bahas.

Artificial Intelligence

Artificial Intelligence (kecerdasan buatan – AI) merupakan teknologi masa kini yang konsepnya “membawa kepintaran manusia ke dalam mesin.” Mungkin ini terdengar tidak masuk akal, mengingat kekompleksan cara berpikir manusia.

Namun faktanya teknologi AI ternyata lebih dekat dari yang kita kira. Ada banyak sekali aspek kehidupan kita yang ternyata sudah menggunakan teknologi AI.

Contoh Artificial Intelligence

Beberapa contoh artificial intelligence yang sering kita temui adalah:

  • Teknologi face recognition dari ponsel
  • Mobile banking
  • Rekomendasi produk pada halaman e-commerce

Machine Learning

Sedangkan Machine Learning adalah bagian dari implementasi Artificial Intelligence. Machine Learning merupakan metode pembelajaran AI yang memanfaatkan data untuk membuat prediksi layaknya manusia.

Data-data yang masuk ke dalam mesin akan dianalisa, yang kemudian menghasilkan prediksi, saran, maupun keputusan.

Contoh Machine Learning

Beberapa contoh machine learning yang sering kita temui:

  • Optimasi iklan dalam strategi digital marketing
  • Penerjemah tulisan tangan menjadi teks
  • Software pengecekan terjemahan dan tata Bahasa

Deep Learning

Terakhir, istilah Deep Learning merujuk pada salah satu algoritma yang digunakan oleh Machine Learning dalam Artificial Intelligence. Deep Learning memanfaatkan berbagai variable kompleks dalam analisisnya, sehingga mesin bisa memahami suatu pola atau kebiasaan yang timbul dari suatu kejadian.

Salah satu contoh implementasi Deep Learning yang paling sering kita temui adalah sistem algoritma catur. Anda tentu bertanya-tanya mengapa AI di game catur (terutama mode hard) sangat sulit dikalahkan, bahkan oleh orang yang jago sekalipun.

Ini karena algoritma yang digunakan oleh game tersebut bisa menganalisa jutaan langkah yang didapatkan dari pertandingan sebelumnya. Langkah-langkah tersebut direkam secara baik-baik, dan komputer bisa mencari solusi yang tepat dalam menghadapi langkah tersebut. Pembelajaran ini tentu dilakukan dalam hitungan detik!

Contoh Deep Learning

  • Siri dari Apple
  • Google Assistant dari Google
  • AlphaGo dari Google

If you believe it,
You can Achieve it

Marketing Software House :

Metta B. Putra

(0813 1859 3135)

Marketing Rep. Software House Jakarta :

Jalan Kelapa Sawit II Blok CC No. 8, Kelapa Gading, DKI Jakarta 14240

Workshop Software House Yogyakarta :

Jalan Wiratama TR III No. 392, Tegalrejo, Yogyakarta

Workshop Software House Indramayu :

Jalan Wiralodra No. 64, Lemahabang, Indramayu, Jawa Barat 45212

Categories
Artikel Terbaru

Mari mengenal Golang, Bahasa Pemrograman dari Google!

Untuk menjadi seorang programmer, Anda harus terus meningkatkan keterampilan Anda dengan mempelajari hal-hal baru. Bagi Anda yang sedang mempelajari programming, ada banyak bahasa pemrograman yang bisa dipilih dan dipelajari. Bahasa pemrograman yang populer di kalangan developer beberapa tahun terakhir adalah Golang atau  Go Language.

Apa itu Golang?

Golang merupakan bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh Google pada tahun 2007 menggunakan bahasa pemrograman C oleh Robert Griesemer, Rob Pike, dan Ken Thompson. Kemudian dirilis sebagai bahasa pemrograman open source pada tahun 2009. Bahasa yang digunakan oleh Go adalah bahasa yang mudah dipahami, dinamis, efisien, dan aman digunakan secara statis yang dapat digunakan dalam kombinasi dengan bahasa lain. Oleh karena itu, Golang juga cocok untuk  pemula yang ingin  belajar bahasa pemrograman dari awal. Golang sudah populer sejak digunakan untuk membangun Docker pada tahun 2011. GoLang saat ini mendapatkan popularitas untuk membangun API back-end dalam arsitektur layanan mikro, menggunakan bahasa GoLang untuk membangun banyak teknologi baru, seperti Kubernetes, Prometheus, CockroachDB, dan lain-lain.

Jenis framework Golang

Dalam implementasinya, terdapat beberapa jenis framework yang bisa kamu pilih. Berikut jenis framework Golang:

  • Martini

Framework Martini pada Golang adalah jenis kerangka kerja yang bekerja berdasarkan pada sejumlah aktivitas, seperti exception dealing, routing, dan mampu melakukan middleware. Framework ini juga berfungsi dengan sangat ringan dan mampu diaktifkan oleh Sinatra.

Tidak hanya itu, kamu bisa menggunakan framework Martini untuk diimplementasikan dengan pihak ketiga. Dengan demikian, Martini mampu meningkatkan performanya dengan mengelola banyak fungsi.

  • Buffalo

Framework Golang Buffalo merupakan kerangka kerja yang dinilai bisa mengatur semua aspek mulai dari fase front end sampai back end. Hal ini didukung dengan adanya fitur hot reloading yang mengacu pada dev command secara otomatis.

  • Goji

Framework selanjutnya dari Golang adalah Goji yang memiliki fitur request HTTP multiplexer yang minimalis. Goji sendiri telah mendapatkan dukungan dari Einhorn sehingga memungkinkan adanya web socket assistance.

  • Revel

Revel pada Golang adalah kerangka kerja yang memiliki fitur mudah untuk dioperasikan dan lengkap. Kamu tidak membutuhkan proses setup yang rumit untuk memulainya. Keunggulan dari Revel terletak pada pengembangan API. Selain itu, kamu tidak perlu menggunakan dukungan dari pihak ketiga untuk menggunakan Revel.

  • Gocraft

Framework terakhir yang dimiliki Golang adalah Gocraft. Kerangka kerja ini memberikan penawaran paket routing cepat yang bisa ditingkatkan lagi sesuai kebutuhan pengguna. Gocraft adalah solusi untuk kamu yang membutuhkan kinerja optimal dari API.

Fitur dalam bahasa Go

Ada banyak fitur yang terdapat dalam program bahasa Go di antaranya,

  • Pengetikan statis. Dalam bahasa Go, kompiler tidak hanya bekerja pada kompilasi kode, tetapi memastikan koversi jenis dan kompatibilitas. Sehingga fitur Go bisa menghindari masalah yang diketik secara dinamis.
  • Desain bahasa dalam Go dibuat untuk mudah dimengerti dan sederhana.
  • Manajemen paket, Go memiliki paket ekternal yang dapat dipublikasikan dengan perintah yang mudah
  • Go memiliki fitur penyimpanan yang kuat
  • Fitur pengujian. Melalui Go kamu dapat mengetes apakah kode yang kamu buat sudah sesuai atau belum
  • Platform independen. Hampir sama seperti Java, Go bersifat platform yang independen.

Kelebihan dan kekurangan bahasa Go

Setiap bahasa pemrograman pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Begitupun dengan bahasa pemrograman Go.

Kelebihan Go

  • Adanya fitur penyimpanan
  • Fleksibel karena mudah digunakan dan sederhana
  • Mampu mengurangi sampah yang ada dalam memori
  • Cepat
  • Adanya validasi antarmuka dan embedding

Kekurangan Go

  • Tidak ada tool kit UI
  • Tidak berorientasi objek
  • Tidak memiliki dukungan generik

Penutup

Bahasa pemrograman terus berkembang. Dan Golang adalah salah satu bahasa pemrograman yang dianggap sebagai masa depan. Golang adalah  bahasa pemrograman terbaru yang dikembangkan oleh Google untuk  mengembangkan aplikasi web. Bahasa pemrograman Golang dikembangkan pada tahun 2009 oleh tim Google Robert Griesemer, Rob Pike, dan Ken Thompson. Saat pertama kali diumumkan, bahasa pemrograman ini berperan penting dalam layanan pengembangan aplikasi, terutama dalam membuat API dan mengakses layanan web.

If you believe it,
You can Achieve it

Marketing Software House :

Metta B. Putra

(0813 1859 3135)

Marketing Rep. Software House Jakarta :

Jalan Kelapa Sawit II Blok CC No. 8, Kelapa Gading, DKI Jakarta 14240

Workshop Software House Yogyakarta :

Jalan Wiratama TR III No. 392, Tegalrejo, Yogyakarta

Workshop Software House Indramayu :

Jalan Wiralodra No. 64, Lemahabang, Indramayu, Jawa Barat 45212

Categories
Artikel Terbaru

Perbedaan Landing Page dan Website

Pasti kalian pernah mendengar tentang istilah Landing Page? Lalu apa bedanya dengan Website? Mari kita bahas.

Apa itu Landing Page?

Landing page adalah sebuah laman yang dibuat untuk mengarahkan audiens agar mengakses konten tertentu dalam sebuah website. Misalnya, untuk memberitahukan konten promosi pada audiens, maka dibuatlah sebuah laman penawaran sebagai landing page.

 

Cara kerja Landing Page?

Umumnya, landing page tidak bekerja sendiri, melainkan terhubung dengan laman atau konten lain dalam sebuah situs web. Landing page biasanya dapat diakses melalui tombol atau link yang menunjukkan call-to-action (CTA).

Katakanlah Anda membuat sebuah artikel blog tentang cara membuat website bisnis. Pada bagian akhir, terdapat kalimat CTA, “Buat website Anda sendiri sekarang!” yang disisipi sebuah link menuju landing page. Saat user klik link tersebut, maka ia akan langsung diarahkan menuju landing page yang berisi kontak perusahaan atau form untuk berlangganan.

Landing page pun tidak hanya berhenti di situ. Setelah user selesai mengisi form, maka informasi tersebut akan disimpan dalam database website Anda. Informasi ini bisa digunakan sebagai prospek pemasaran di masa mendatang.

 

Perbedaan Landing Page dan Website

Dari penjelasan mengenai landing page di atas, Anda tentu sudah bisa mengetahui jawabannya. Landing page sebenarnya merupakan bagian dari sebuah situs web dan memiliki fungsi spesifik yang membuatnya berbeda dari bagian lain.

Website, tepatnya pada bagian homepage (halaman muka), umumnya berisi informasi umum. Selain itu, bagian homepage sebuah website juga dilengkapi dengan tombol navigasi untuk mengarahkan user.

Sedangkan landing page adalah laman khusus dalam sebuah situs web yang memiliki fungsi spesifik. Dalam sebuah situs web bisnis, biasanya landing page berfungsi sebagai media promosi hingga informasi. Selain itu, landing page pada situs web bisnis juga sering kali berisi CTA seperti form berlangganan newsletter atau pembelian produk tertentu.

If you believe it,
You can Achieve it

Marketing Software House :

Metta B. Putra

(0813 1859 3135)

Marketing Rep. Software House Jakarta :

Jalan Kelapa Sawit II Blok CC No. 8, Kelapa Gading, DKI Jakarta 14240

Workshop Software House Yogyakarta :

Jalan Wiratama TR III No. 392, Tegalrejo, Yogyakarta

Workshop Software House Indramayu :

Jalan Wiralodra No. 64, Lemahabang, Indramayu, Jawa Barat 45212

Categories
Artikel Terbaru

Platform CMS terbaik di 2022

Konten memainkan peran utama dalam perjalanan membangun perluasan informasi dan bahkan membantu pemasaran digital, keberadaan dan merek online Anda. Tanpa adanya konten, Anda akan berjuang sangat keras di dunia bisnis yang kejam seperti saat ini. Faktanya, pemasaran digital bisa dibilang salah satu bidang eCommerce yang paling penting, meskipun pemasaran digital juga masih sering diabaikan. Bahkan jika Anda serius dalam menciptakan konten yang berkualitas, Anda akan dapat dengan mudah menghasilkan uang dari konten Anda.

Konten artikel juga menjadi senjata ampuh untuk mengundang pengunjung ke situs bisnis Anda dalam jangka panjang, dan ini merupakan cara ampuh dan gratis dibanding dengan beriklan yang memiliki batasan waktu dan biaya.

Untuk memaksimalkan potensi ini, Anda memerlukan sebuah sistem manajemen konten (CMS) terbaik. Anda akan menemukan banyak CMS ketika mencarinya di mesin pencarian seperti Google, dan semuanya memungkinkan Anda untuk membuat dan mengelola konten, situs web, dan blog Anda sendiri. Tetapi beberapa diantara mereka ada yang lebih efektif daripada yang lain dan juga memberikan fitur-fitur tambahan yang berbeda.

Pengertian CMS Secara Umum

CMS adalah aplikasi Sistem Manajemen Konten yang memungkinkan kamu mempublikasikan dan mengelola konten web dengan cara yang intuitif. Misalnya, pikirkan CMS sebagai editor teks (seperti Notepad atau TextEdit) yang digunakan untuk menerbitkan artikel langsung ke situs web kamu.

Terkadang kita bingung mana yang merupakan CMS dan mana yang merupakan website builder. Website builder adalah tool yang bisa membantu kamu membuat situs web tanpa harus menguasai dasar ilmu pemrograman dan pengetahuan teknis lainnya. Tool ini juga menyediakan akses ke editor visual atau tampilan drag-and-drop. Akan tetapi, website builder dianggap jauh lebih sederhana atau lebih praktis karena tidak memiliki banyak opsi penyesuaian dan sedikit kontrol terhadap cara pengaturan situs web.

CMS biasanya digunakan untuk membuat blog sederhana, website tutorial, situs berita, portofolio, dan lain-lain. Dengan tool yang tepat, kamu juga dapat membuat situs web profesional, seperti toko online, situs keanggotaan, dan forum.

CMS Terbaik yang Tepat untuk Website Anda 

Kita sudah mengetahui pengertian, fungsi dan kriteria CMS terbaik untuk membuat website profesional maka selanjutnya masuk pembahasan 10 CMS terbaik yang bisa Anda pilih:

1. WordPress

Hingga saat ini WordPress sangat populer yang pastinya Anda pernah mendengar nama salah satu CMS terbaik ini. Karena besarnya pengguna konten manajemen sistem WordPress ini sehingga menjadikannya yang teratas dari CMS yang lainnya. Dulu pada awalnya memang platform ini di peruntukan untuk blogging namun seiring berjalannya waktu sekarang sudah menjadi platform yang menawarkan banyak keunggulan dari modifikasi, plugin, tersedia tema yang lengkap dan Anda bebas mau memodifikasi sesuka hati untuk kebutuhan website Anda.

Kegunaan dari WordPress sangat fleksibel dan mudah untuk membuat berbagai jenis website dari toko online, blog, website perusahaan dan lain-lain. Yang menarik adalah WordPress menawarkan berbagai macam tool dan template secara gratis yang bisa Anda gunakan tanpa harus membayar atau langganan terlebih dahulu.

Software open source yang artinya semua orang pengguna bisa bebas dan ikut serta untuk memodifikasi, mengembangkan, dan juga berkontribusi dalam pengembangan versi terbarunya.

2. Joomla

Pada posisi kedua ditempati oleh Joomla yang menjadi platform CMS dengan pengguna yang cukup banyak hingga saat ini. Meskipun jika dilihat dari cara mengelolanya yang tidak semudah saat menggunakan WordPress namun Joomla menjadi platform yang lebih fleksibel digunakan. Jika Anda ingin membuat website toko online maka Joomla menjadi alternatif terbaik untuk membuat website tersebut. Karena Joomla memungkinkan Anda untuk bisa “custom post type” yaitu yang tidak berfokus dengan konten teks maka akan lebih mudah untuk mengelola toko online Anda. Untuk instalasi juga mudah layaknya WordPress tinggal klik dan instal otomatis Anda akan langsung memiliki website.

3. Drupal

Walaupun Drupal tidak populer seperti WordPress dan Joomla namun bisa menjadi pertimbangan untuk digunakan membuat website. Layaknya WordPress, Drupal juga menawarkan berbagai macam fitur gratis yang bisa digunakan seperti plugin dan lain sebagainya yang siap Anda gunakan. Selain itu juga untuk instalasi juga memiliki kesamaan yaitu klik dan instal namun untuk mengembangakn yang lebih jauh harus memuiliki pengetahuan mendalam dalam mengelola CMS ini.

4. Shopify

Shopify saat ini menjadi CMS yang mulai dilirik oleh berbagai kalangan dan banyak juga yang mengapresiasi keberadaanya. Penggunanya kebanyakan adalah digunakan sebagai website jenis e-commerce dengan berbagai macam fitur seperti manajemen produk, tool penjualan, pembayaran atau transaksi penjualan dan lain sebagainya. Namun untuk menggunakan CMS ini Anda harus membayar terlebih dahulu karena memang CMS premium.

5. Squarespace

Sama seperti shopify yang mengharuskan untuk membayar sejumlah uang untuk bisa menggunakannya. Ada beberapa paket yang bisa digunakan tentunya setiap paket memiliki fitur-fitur yang sesuai dengan harganya. Untuk kelebihannya adalah anda dapat dengan mudah mengatur tata letak website Anda dengan metode drag-and-drop.

6. Blogger

Blogger sendiri sudah ada sejak tahun 1999 dan sekarang telah diakuisisi dan dikembangkan oleh Google. Dari namanya saja Blogger yang bisa kita bayangkan bahwa platform CMS terbaik ini diciptakan untuk media blogging. Dengan menggunakan Blogger Anda tidak perlu lagi memikirkan hostingnya karena sudah disediakan oleh Google untuk menyimpan file-file dari website Anda. Untuk domain sendiri akan otomatis mendapat ekstensi .blogspot.com namun Anda bisa menggantinya dengan domain TLD .COM dan lain sebagainya.

Selain gratis, mudah dioperasikan, sudah terintegrasi dengan layanan Google. Mengingat Google sendiri Adalah raksasa mesin pencari maka sebagai pengguna akan merasa lebih percaya diri untuk menggunakan CMS yang satu ini.

7. TYPO3

Ketenaran sebuah CMS memang bisa mempengaruhi orang untuk menggunakannya namun ternyata masih banyak orang yang mempercayakan CMS mereka selain big tri diatas. TYP03 sendiri menjadi pilihan banyak orang karena memiliki fitur multi bahasa dan juga bisa mengelola beberapa situ dalam satu atap.

8. PrestaShop

PrestaShop sendiri adalah Platform CMS open source yang di khususkan pada website eCommerce. Dengan CMS yang satu ini memudahkan Anda dalam membuat dan mengelola website toko online. Semua fitur kebutuhan untuk toko online sudah disediakan dan Anda bisa langsung menggunakannya.

9. Magento

Mirip dengan CMS jenis eCommerce lainnya Magento adalah platform yang digunakan untuk membuat website toko online. Dari fitur dan ekstensi yang tersedia ternyata ada ribuan yang bisa Anda gunakan dengan gratis untuk mendukung website toko online Anda. Magento telah menerapkan Studio Progressive Web Applications (PWA) yang akan membuat website Anda bisa diakses dengan baik dengan mobile maupun desktop.

10. Wix

CMS Wix memiliki kesamaan dengan Squarespace atau Shopify yang mengharuskan untuk membayar sejumlah uang untuk mendapatkan fitur yang premium. Jenis platform ini biasa digunakan untuk membuat toko online dan bisnis yang tersedia juga fitur metode pembayaran, diskon, lacak pesanan dan lain sebagainya.

Penutup

Content Management System (CMS) adalah sistem yang populer digunakan untuk membuat website dengan mudah tanpa harus ahli bahasa pemrograman web terlebih dahulu. Dengan CMS ini Anda bisa membuat website dengan klik dan instal, drag and drop dan memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia untuk kebutuhan website Anda.

If you believe it,
You can Achieve it

Marketing Software House :

Metta B. Putra

(0813 1859 3135)

Marketing Rep. Software House Jakarta :

Jalan Kelapa Sawit II Blok CC No. 8, Kelapa Gading, DKI Jakarta 14240

Workshop Software House Yogyakarta :

Jalan Wiratama TR III No. 392, Tegalrejo, Yogyakarta

Workshop Software House Indramayu :

Jalan Wiralodra No. 64, Lemahabang, Indramayu, Jawa Barat 45212